VIVAnews - Indra Bekti mengaku tidak dibayar memandu acara "Minggu Sehat Singkirkan Korupsi" di Bundaran Hotel Indonesia. Indra mengaku berpartisipasi karena pernah dikecewakan "buaya" di Kejaksaan.
"Aku mendukung institusinya yaitu KPK," ujar Bekti di sela-sela acara di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 8 November 2009. "Aku lihat Bibit dan Chandra insya Allah bersih," ujarnya.
Bibit yang dimaksud adalah Bibit Samad Riyanto. Chandra adalah Chandra M Hamzah. Kedua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif ini menjadi tersangka penyalahgunaan wewenang yang ditetapkan kepolisian.
Penetapan tersangka dan bahkan diikuti penahanan itu membuat banyak khalayak memprotes. Mereka yang tergabung dalam Cintai Indonesia Cintai KPK (Cicak) kemudian menggelar acara "Minggu Sehat Singkirkan Korupsi" ini.
"Aku dihubungi seminggu sebelumnya dan aku mantau juga kasus cicak versus buaya," ujar Bekti. Dan Bekti pun mengiyakan bisa membawa acara yang mendatangkan sejumlah artis dan tokoh masyarakat itu.
"Aku dari awal memang sudah terlibat. Aku ikut menandatangani deklarasi Cicak, aku mendukung secara moral, dan mudah-mudahan hati nurani kita didengar oleh petinggi," ujar Bekti menjelaskan keterlibatannya.
Bekti sendiri mengaku pernahy secara tidak langsung dikecewakan "buaya." "Ada salah satu saudara, dikecewakan oknum kejaksaan, ada aksi korupsi di situ, padahal saudaraku tidak bersalah tapi di penjara karena kurangnya uang pelicin," ujar Bekti. "Saya yakin saudaraku ngga bersalah karena disudutkan dan pada posisi yang tertekan. Aduh, gila! gila banget!" ujar Bekti.
Dan karena itu, Bekti pun berperan aktif dalam Cicak, sebuah gerakan ingin memperbaiki penegakan hukum di Indonesia. "Di acara ini saya tidak di bayar sepersen pun, saya dengan sukarela bekerja untuk Indonesia," ujarnya.