MUI Jombang: Silakan Tonton Film '2012'

MUI Malang dan Solo melarang umat Islam menonton film itu. Hal berbeda terjadi di Jombang.

Rabu, 18 November 2009, 08:14 WIB
Elin Yunita Kristanti
Film 2012  

SURABAYA POST – Mulai Jumat 13 November 2009 lalu, film anyar Hollywood berjudul '2012' diluncurkan ke pasar. Film yang disutradarai Roland Emmerich itu menggambarkan situasi di tahun 2012, saat-saat kehancuran dunia.

Pro dan kontra pun timbul. Kalangan pemuka agama pun menanggapi Film '2012'. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Solo bereaksi keras dan melarang umat Islam menonton film itu.

Namun, hal berbeda terjadi di Jombang, Jawa Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang justru mempersilakan, masyarakat menonton film tentang kiamat ‘2012’.

MUI Jombang hanya melarang mempercayai penetapan waktu terjadinya ‘kiamat’ dalam film tersebut.

“Silakan melihat, tapi jangan mempercayai penetapan waktu terjadinya hari kiamat di film 2012,” jelas KH. Junaidi Hidayat, Sekretaris MUI Jombang, Selasa 17 November 2009. 

Film rilisan baru Hollywood yang menggambarkan hancurnya alam semesta beserta isinya itu, menurut Junaidi, sangat layak untuk direnungkan. Ia mengatakan, tidak masalah dan sah-sah saja jika penggambaran fenomena kiamat divisualisasi melalui film.

“Terus terang, saya sendiri belum melihat filmnya. Tapi, kalau penggambaran hari kiamat, saya pikir nggak masalah. Karena, gambaran kiamat beserta tanda-tandanya juga tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadits,” katanya.

Junaidi juga mengingatkan, yang dilarang dalam Islam adalah mempercayai penetapan ramalan tentang terjadinya kiamat. Sebab, jatuhnya hari kiamat tidak bisa diketahui dan diprediksi oleh manusia.

“Tentang kapan kiamat itu datang, yang tahu dan menentukan hanya Allah. Wong nabi saja nggak tahu dan tidak diberi tahu kok,” tandas Junaidi.

Zainul Arifin

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ