Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Sejak kasus dugaan pemukulan terhadap Okie Agustina yang tak lain mantan istrinya, Pasha terkesan menjadi irit bicara. Pria berkacamata ini memilih untuk menghindar dari media. Tetapi, akhirnya VIVAnews berhasil mewawancarai pemilik nama Sigit Purnomo ini secara ekslusif.
Finalia Kodrati dan Gestina Rachmawati dari VIVAnews bertemu dengan ayah tiga anak ini di Cafe de Fix di Komplek Ruko Jasmine, Jalan Soleh Iskandar, Bogor, Jawa Barat. Pasha yang menggunakan kaos putih dan celana jeans itu langsung mengajak VIVAnews ke kantornya di lantai 3 ruko tersebut.
Pasha terlihat santai saat berbincang-bincang dengan VIVAnews. Dia mengatakan bila hari ini dirinya baru mau bicara, karena dia merasa saat ini adalah yang paling tepat untuk angkat bicara soal kasus yang sedang membelitnya tersebut.
Sambil ditemani cemilan dan rokok, pria asal Palu ini lancar menjawab pertanyaan. Pasha mengaku dirinya tak mau menjelek-jelekkan Okie. Dia sangat menghargai mantan istrinya tersebut.
Wawancara ini merupakan kerjasama dengan Yahoo Indonesia. Beberapa pertanyaan dalam wawancara ini diajukan sejumlah anggota komunitas Yahoo Answers Indonesia. Petikannya.
Ceritain dong kasus sama Mba Okie sampai bisa heboh seperti ini?
Berawal dari tanggal 29 Juli kurang lebih jam 8 Okie SMS saya untuk membawa anak-anak ke Pangandaran. Sebenarnya saya nggak masalah. Saya telepon dan Okie bilang mau pakai mobil dan mobilnya ada di saya. Setelah saya telepon saya bilang mobilnya lagi mau dibenerin. Saya tanya memang harus ya ke Pangandaran. Kata Okie sekalian ada kerjaan dan bawa anak-anak saya bilang bukannya anak-anak baru pulang dari Yogya dan saya pikir enam jam perjalanan di mobil dan cuaca juga lagi nggak bagus sangat riskan, takutnya anak-anak pusing capek apalagi mereka baru pulang liburan. Nggak tahu ada angin apa yang lewat dia bilang dengan nada tinggi, "urusan elo apa hak asuh ada di gue'.
Saya sebagai bapaknya anak-anak sangat tersinggung dan kecewa dengan kata-kata Okie. Saya tanya maksud kamu apa? Memang saya nggak boleh melarang anak-anak saya. Dia bilang 'pokoknya nggak usah ngurus suka-suka gue'. Saya datang ke rumah untuk klarifikasi, maksudnya bercanda atau gimana. Saya tanya maksud kamu apa ngomong kayak gitu Okie malah histeris sendiri ngomong ngalor ngidur.
Dia bilang sudah nggak usah ngomongin gue. Saya juga nggak mau di bilang tak memperhatikan anak. Selama ini dia yang bilang saya nggak memperhatikan anak atau gimana. Padahal saya sangat memperhatikan anak. Kebutuhan anak itu nomor satu buat saya. Saya bisa mengalahkan kebutuhan saya demi anak.
Apakah benar terjadi pemukulan pada saat itu?
Nggak ada pemukulan, kasarnya dicubit pun nggak. Tetapi ada kepanikan malah dia yang menendang saya. di bagian perut saya dan hal itu dia akui di berita acara. Tidak ada pemukulan. Saya nggak mungkin menyuruh orang untuk diam. Kenapa dulu saya bilang ke Okie kita ketemu di pengadilan saja. Karena saya akan ngomong yang benar di tempat yang benar. Semua akan kelihatan saya tidak pernah berusaha utk menghilangkan barang bukti makanya kita terbuka.
Di visumnya dibilang lecet. Lecet yang mananya. Kalau saya pukul laki-laki saja nggak mungkin dua sentimeter. Logikanya hasil visumnya dua sentimeter kali nggak mungkinlah kalo saya pukul seperti itu. Lihat kasus Idea Fasha, sekarang kalau Okie saya pukul, apa kabar. Itu sih terserah mereka. Saya nggak permah minta dibela 'hallo bela saya'. Biarkan saya membuktikan di pengadilan. Yang perlu saya luruskan di sini saya tidak melakukan kekerasan.
Tiba-tiba di Kejaksaan ada perubahan status tahanan kota apakah Anda curiga dengan perubahan tersebut?
Saya sangat menghargai aparat hukum, walaupun di kepolisian tidak ditahan terus tiba-tiba di Kejaksaan ditahan saya kan nggak tahu hukum, jadi dijalani saja. Memang katanya dalam kasus saya ini ada pasal yang dikenakan kepada saya ini bisa di tahan. Pasal 351 ayat 1 itu ada ditahan.
Saya tak berusaha untuk melawan hukum. Yang penting saya diberi dispensasi dalam artian kita meminta kebijakan untuk bekerja. Saya pun siap untuk diawasi saya tak masalah. Alhamdulillah saya tak pernah bertindak melawan hukum.
Apakah pihak kejaksaan mencoba menekan atau memeras Anda?
Menekan yang seperti apa nih. Yang jelas tidak ada pemerasan. Di sini saya berusaha berpikir pakai logika dan menghargai hukum.
Okie Merasa Anda diistimewakan?
Saya tak merasa disitimewakan. Status tahanan kota itu berat buat saya. Walaupun saya orang rumahan tapi dengar kata tahanan itu sudah berat. Nggak enak saja dengar kata tahanan status kota.
Curiga nggak kalau ada orang ketiga di balik kasus ini yang sengaja memanasi Okie?
Saya memang bertanya-tanya kok bisa sampai seperti ini. Tapi saya nggak tahu ya. Cuma yang pasti kita lihat sendiri saja Okie memang tidak berdiri sendiri. cuma saya nggak mengerti juga soal hal ini. Saya nggak mau terlalu banyak komentar.
Bagaimana tanggapan Anda dengan usaha keras Okie yang mencari dukungan kemana-mana?
Itu haknya Okie. Mungkin harusnya saya kali yang kemana-mana secara saya sebagai pelapor. Mestinya saya yang mengadu bukannya Okie. Tetapi itu haknya dia. Saya tak merasa harus menanggapi sikap dia yang mau kemana-mana. Itu hak dia.
Masalah yang dia bilang tidak di backing siapa-siapa. Kasus ini sebenarnya antara kita berdua antara saya dan Okie. Memang saya dibacking siapa. Saya juga nggak punya backingan. Keluarga saya biasa-biasa saja. Saya bukan datang dari keluarga yang gimana yang punya kekuatan untuk membacking tapi kalau banyak orang yang solidaritas sama saya jangan salahkan saya. Saya tidak merasa punya backingan. Backingan kita ya kita masing-masing punya lawyer. Itu saja sih.
Kalau dilihat sepertinya Okie ingin sekali memenjarakan Anda. Apakah Anda merasa seperti itu?
Saya nggak tahu jawabannya. Hanya saja menurut saya ini terlalu berlebihan. Saya nggak mengerti alasannya apa. Saya pikir ini masalah sepele tapi jadi luar biasa.
Apakah kasus ini mempengaruhi kinerja Ungu?
Alhamdulillah kerja jalan terus. Cuma apakah terganggu atau tidak, jangankan Ungu, saya sendiri juga terganggu pikiran jalan terus. Kerja tetap saja kepikiran. Untungnya teman-teman di Ungu selalu support. Cuma selama saya masih bisa menjalani dan menghadapinya sendiri saya tak mau merepotkan mereka.
Saya Alhamdulillah fans juga mensupport saya. Saya minta sama mereka untuk didoakan dan bisa tetap beraktivitas. Saya sih nggak pernah maksa mereka untuk mendukung saya. Kalau mereka datang ke sidang mungkin itu bentuk solidaritas dari mereka untuk saya.
Sebenarnya hubungan Mas Pasha dengan Okie sebenarnya bagaimana sih?
Sebenarnya baik-baik saja walaupun sudah cerai. Kalaupun ada debat-debat sedikit baru sekarang ini. Tapi kalau jadi ramai seperti ini baru hari itu saja (saat kejadian) apakah ini dendam atau ada unsur-unsur lain saya juga nggak tahu. Sehari sebelum dia melaporkan kasus ini semua baik-baik saja tidak ada masalah.
Apakah pernah terpikir untuk rujuk dengan Okie?
Dari logika saja sudah begini kasusnya. Apalagi kepikiran unutk rujuk. Kalau Okie ingin rujuk dunia runtuh. Lagipula kayaknya agak aneh kalau dia ingin rujuk dan kalaupun saya terima juga agak aneh.
Bagaimana dengan anak-anak sendiri?
Alhamdulillah anak-anak baik-baik saja. Kasihan sih tapi namanya juga anak-anak jadi kalau ketemu sama saya ya puas-puaisn main sama saya. jalan-jalan. Terakhir bertemu lebaran haji kemarin. Saya ketemu dengan mereka. Tapi kalau bilang nggak kasihan pasti aneh ya. Secara mental kita tahu mereka juga merasakan. Jangankan orangtuanya pisah rumah, kalau orangtuanya bertengkar saja mereka pasti bisa merasakannya. Tetapi, sejauh ini saya berusaha untuk tetap membuat mereka fun.
Pilih mana popularitas atau keluarga bahagia?
Keluarga bahagia itu bentuk nyata kalau popularitas itu tidak ada bentuk nyatanya. Popularitas itu seakan-akan kita hanya bermain-main dengan awang-awang. Kalau boleh memilih saya pilih keluarga bahagia. Itu pilihan saya.
Namun, dengan kehidupan yang sekarang di mana Anda hidup sendiri, apa Anda merasa bahagia?
Bahagia bisa diukur dalam mensyukuri hidup atau tidak. Apakah saya masih bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya sih merasa bahagia karena bangun tidur saya masih bisa melek. Kalaupun sekarang ada kasus yang menimpa saya itu saya anggap sebagai pelajaran hidup. Ini proses pendewasaan lebih sabar menghadapi orang.
Apakah Anda menikmati status duda keren yang kini disandang Anda?
Saya tak bangga dengan status duda yang saya sandang. Saya tak merasa sebagai duda keren. Kalau Ariel (Peterpan) mungkin duda keren kalau saya bukanlah.
Apakah ada rencana untuk menikah dan berkeluarga lagi?
Kalau menikah lagi ya pasti mau menikah lagi. Cepat atau lambat pasti ingin menikah lagi. Kiita ini laki-laki itu ingin ada yang mengurus cuma kapannya kita nggak tahu apakah datangnya jodoh itu cepat atau lambat. Sekarang jalani saja dulu.
Apakah sudah ada calonnya?
Ha ha ha..Belum ada. Lagipula belum terpikir. Makanya cariin dong. Target untuk menikah lagi belum ada untuk saat ini.
Bagaimana dengan Alyssa Soebandono?
(Terdiam sebentar dan kembali menghisap rokok) Kalau soal itu tanya ke Alyssa dong saya nggak tahu. Kalau dibilang kenal ya memang kenal. Tapi kita nggak punya hubungan apa-apa.
Bagaimana melihat Okie sibuk bekerja dan hidup mandiri?
Kalau Okie sukses dalam karir saya senang. Dan saya tak merasa tersaingi. Sumpah demi Allah saya senang kalau Okie sukses. Dan saya tidak pernah mempersulit Okie seperti yang selama ini dibilang. Memangnya saya siapa bisa mempersulit orang.
Tapi apakah Anda tak khawatir kesibukan Okie akan membuat anak-anak Anda jadi kurang perhatian?
Di saat anak-anak bersama Okie. Okie harusnya bisa membagi waktu. Harusnya dia sudah tahu. Bukan saya yang atur-atur lagi karena kita sudah tak punya hubungan apa-apa. Tetapi, sebagai ayah dari anak-anak saya berharap Okie bisa lebih banyak waktu dengan anak-anak. Bila Okie membutuhkan bantuan saya, saya akan siap dan meluangkan waktu kapanpun dan dimana pun dibutuhkan. Saya selalu terbuka.
Okie kan selalu tampil dan bicara soal kasus ini. Apakah Anda merasa bila Okie sedang memanfaatkan Anda untuk popularitasnya?
Saya sih tidak merasa dimanfaatkan. Kalau sampai seperti itu saya merasa dizalimi. Tetapi, sejauh ini saya tak berpikir negatif tentang Okie.
Benar nggak sih kalau Okie itu suka histeris dan menjedot-jedotkan kepalanya sendiri. Katanya sikap seperti itu sejak kalian masih pacaran?
(Sempat terdiam dan beberapa kali menghela nafas serta merokok kembali) Kalau itu terlalu panjang untuk diceritakan. Intinya saya nggak mau terlalu banyak menceritakan yang di luar konteks karena saya nggak mau menjelek-jelekkan Okie.
Biar bagaimanapun dia adalah ibu dari anak-anak saya. Suka nggak suka Okie telah memberikan tiga anak untuk saya. Tetapi, kalau saya bertengkar dia memang termasuk senang yang teriak-teriak histeris. Tapi yang perlu diketahui dunia saat menikah itu beda dan tidak semudah yang dipikirkan. Tapi harus saya tegaskan seyakin-yakinnya kalau saya tidak melakukan apa yang dituduhkan selama ini.
Selain pertanyaan dari VIVAnews, pertanyaan juga datang dari para anggota Yahoo Answer.
Berikut pertanyaan dari Yahoo Answer
Dari Lusi:
Benarkah Mas Pasha seorang yang temperamental. Dan pernahkah merasa kenapa saya begini atau begitu. Pernah terpikir untuk memeriksakan diri ke psikolog?
Kalau kita bicara temperamental kita semua punya sifat temperamental. Sifat temperamen semua pasti punyalah tinggal bagaimana manusia itu menjalaninya. Sekarang justru kalau saya melihat kasus ini dibalik, siapa yang perlu ke psikolog. Karena kasus ini sudah lari kemana-mana dan banyak polemiknya itukan ada di dia.
Saya sendiri nggak mengerti. Saya nggak mau jawab semua pernyataan dia karena buat apa saya cari pembenaran di luar. Saya ingin cari pembenaran itu di pengadilan. Itu tempat yang tepat untuk mencari pembenaran.
Dari Erni:
Kenapa pilih bercerai daripada mempertahankan rumah tangga?
Saya nggak tahu harus menjawab apa. Masalahnya yang minta cerai siapa. Bukan saya yang mengajukan cerai. Itu tanyakan saja ke Okie. Karena dia yang minta cerai.
Benar ya gosip yang selama ini yang bilang Anda dekat dengan Alyssa?
Saya kenal pasti dong. Tetapi tidak ada hubungan apa-apa. Kita hanya teman biasa saja.
Dari Fat Dewa Malaysia:
Bagaimana cara Ungu mempertahankan popularitasnya di Malaysia. Siapa saingan terkuat Ungu di Malaysia?
Ungu akan menciptakan karya-karya yang bagus dan bikin-bikin lagu yang bagus-bagus juga. Memberikan yang terbaik. Kalau masalah pesaing, kita nggak pernah merasa bersaing. Semua kita anggap teman.
Apa benar semua tuduhan yang dilemparkan ke Pasha?
Saya tegaskan saya tidak melakukan pemukulan. Tetapi kalau ada kata-kata atau tarik-tarikan itu memang benar tetapi saya tidak melakukan pemukulan.
Dari Limbad:
Menurut kamu, mantan istri kamu yang tak mengerti kamu atau kamu yang tak mau mengerti mantan istri kamu?
Mungkin dalam proses pernikahan ini saya dan dia sama-sama belum memahami arti pernikahan itu sendiri. Kita belum bisa menempatkan dan memahami diri kita sendiri.
Menurut kamu mana yang lebih menarik, Okie Agustina, Acha atau Alyssa Soebandono
Ha ha ha (Pasha tertawa terbahak-bahak). Semuanya yang jelas baik-baik. Sulit untuk menjawabnya. Pertanyaannya diganti saja.
Dari Sakul:
Setelah duet dengan Iis Dahlia yang dangdut, ada rencana untuk duet dengan penyanyi lain dari ejnis musik yang berbeda? Apakah album Ungu dipromosikan di luar negeri? Di negara mana saja?
Untuk saat ini belum ada karena kita juga masih sibuk mengurus dan promosi album kita. Karena ada lagu baru lagi. Kalau album kita juga promosi di luar negeri. Kita promosi ke Malaysia, Singpura, Australia, Hongkong.
Apa yang pasha harapkan di akhir tahun ini. Apa yang Pasha ingin capai di tahun 2010 mendatang?
Saya ingin kasus ini selesai. Untuk tahun baru saya nggak muluk-muluk. Pokoknya dalam segala hal ingin yang terbaik untuk saya. Saya ingin disayang dan dicintai semua orang.
Untuk saat ini belum ada karena kita juga masih sibuk mengurus dan promosi album kita. Karena ada lagu baru lagi. Kalau album kita juga promosi di luar negeri. Kita promosi ke Malaysia, Singpura, Australia, Hongkong.
Dari Oji:
Apakah Anda merasa sudah mencapai puncak popularitas, sepanjang perjalanan karir Anda di Ungu Band
Saya tak pernah merasa populer. kalau pun populer itu feedback dari orang atas karya-karya kita. Kalau lagu bagus orang jadi kenal dengan kita. Popularitas itu nggak bisa di beli.
Popularitas itu buah dari kerja keras kita. Definisi popularitas itu apa sebenarnya saya juga nggak tahu. Sejauh ini saya merasa biasa-biasa saja orang juga saya masih makan teri kok.
Dari Vhina Beibh:
Ada keingnan nggak sih untuk merubah nama band Ungu dengan nama lain. Sekarang kan banyak band baru bagaimana cara atau kiat kalian untuk tetap eksis?
Pertanyaan dari Wina ya. Itu juga Wina (Sembari menunjuk seorang perempuan cantik yang kebetulan ikut hadir dalam wawancara, namun setelah dijelaskan dari Vhina, Pasha mengerti).
Masalahnya kenapa harus ganti nama. Kita sudah merasa pas dengan nama Ungu ini. Kita ngak pernah merasa bersaing dengan yang lain. Kiatnya bikin lagu dan karya yang bagus.
Harapan di tahun 2010?
Saya nggak mau muluk-muluk ya karena kita sendiri nggak tahu apa yanga kan terjadi ke depannya. Pokoknya dalam segala hal saya ingin melakukan yang terbaik dan berharap dapat kebaikan. Saya pengen disayang dan dicintai semua orang.
• VIVAnews