Lola Amaria: MUI Tak Bisa Haramkan Rokok

Kemarin yoga, sekarang rokok, Lola bertanya-tanya apa sebenarnya mau MUI?

Selasa, 25 November 2008, 15:17 WIB
Anindhita Maharrani, Windratie
Lola Amaria (facebook.com)

VIVAnews - Menurut Lola Amaria, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus lebih cerdas dalam menerapkan fatwa. Sutradara yang membesut 'Betina' itu menilai rokok tidak bisa diharamkan. Sebabnya, fatwa rokok haram dari MUI adalah titah agama. Mereka tidak sepantasnya membuat aturan sendiri. 

"Mereka harus lebih cerdas kalau bikin peraturan. Orang Indonesia ini banyak yang pintar-pintar tapi bodoh," tandas Lola saat berbincang dengan VIVAnews, Selasa 25 November 2008.

Lola mempertanyakan, jika fatwa itu benar-benar dikeluarkan, bagaimana nasib perokok yang diam-diam masih menikmati tembakau berbungkus kertas itu?

Aktris ini lalu mempertanyakan definisi 'haram'. "Kaya orang makan babi, ya haram-haram aja, nggak pake di tempat umum atau bukan," imbuh dara kelahiran 30 Juli 1977 itu.  

Lola tidak habis pikir akan campur tangan MUI dalam kehidupan masyarakat Indonesia. "Emang MUI itu Tuhan apa? Jangan bikin aturan sendiri, kemaren yoga sekarang rokok. Maunya apa sih?" cetus juara Wajah Femina 1997 itu emosi.

Sudah sepatutnya mereka bersikap lebih bijak. Mungkin bukan mengharamkan, tapi mengawasi peraturan yang melarang orang merokok di tempat umum agar tidak dilanggar.

Lola mengaku dirinya seorang perokok. Gawean barunya sebagai produser sekaligus sutradara membuatnya sulit menghindari rokok.   
"Tapi selama ini saya ngerokok kalau di kantor, nggak di depan anak kecil atau di rumah sakit," ujarnya.

Lola ragu jika jumlah perokok dapat ditekan seandainya gelombang publisitas iklan rokok tidak bisa dihentikan. Menanggapi maraknya iklan rokok Ia cukup maklum. Menurutnya, produsen rokok tidak beriklan pun, pembelinya pasti tetap ada.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ