VIVAnews - Koalisi Masyarakat sipil anti korupsi (KOMPAK) menyayangkan sikap pemerintah yang menghalangi kebebasan berekspresi.
Salah satu aktivis KOMPAK Effendy Ghazali mengaku mendapat pesan pendek dari Ibunda Slank, Bunda Ivet.
Dalam SMS tersebut, Bunda Ivet mengatakan bahwa malam pergantian tahun baru nanti Slank akan main di Kamasutra, Crown Hotel.
"Karena terpuruk lama tidak dapat izin manggung outdoor, jadi tahun baru demi keluarga saja," ujar Effendy menirukan isi SMS Bunda Ivet kepada dirinya.
Namun Effendy tidak menjelaskan bentuk pelarangan atau alasan tidak diberikannya izin kepada grup band yang gencar berkampanye antikorupsi ini.
"Kami prihatin dengan ketidakjujuran rezim penguasa atau korporasi yang menghalangi kebebasan berekspresi," kata Melanie Subono, saat membacakan pernyataan sikap.
Melani juga mengaku dirinya pernah menyanyikan sebuah lagu, namun tak satu media pun berkenan memutar lagu yang dirilis pada tahun 2008 lalu.
"Kata teman di media, Melani menyebut nama Marsinah dan Suciwati dalam lirik lagunya," kata Effendy, usai penyerahaan KOMPAK's People of The Year, di Mahkamah Konstitusi.
Meski demikian Melani mengaku belum ada larangan baik secara tertulis maupun lisan kepada dirinya. "Hanya teguran secara halus," ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, Melani menjelaskan bahwa apa yang ia bawakan dalam lagu berjudul "Hei Wanita" ini, biasa saja. "Saya tidak merasa over," ungkapnya dengan nada menyayangkan.