Film "Hari Untuk Amanda"

Antara Pilihan dan Ketetapan Hati

Inilah film drama romantis yang kisahnya umum terjadi di keseharian kita.

Jum'at, 8 Januari 2010, 17:49 WIB
Irina Damayanti, Gestina Rachmawati
Film 'Hari Untuk Amanda'  


VIVAnews - Pernikahan yang sempurna menjadi dambaan Amanda (Fanny Fabriana). Gadis 26 tahun itu ingin pernikahannya berjalan semulus mungkin, dan serba spesial tentunya.

Mulai dari urusan memilih katering, kebaya, gedung, sampai menyebar undangan ia lakoni. Sayangnya sang calon suami, Dody (Reza Rahadian) adalah orang yang sibuk. Saat Amanda pontang-panting mengurus pernikahan, Dody malah berkutat dengan setumpuk pekerjaan kantornya.

Sementara Hari (Oka Antara) belum bisa melupakan sang mantan. Yup, Amanda adalah mantan Hari. Mereka pernah memadu kasih selama delapan tahun. Namun kisah cinta mereka kandas setahun yang lalu, tanpa alasan yang jelas. Hingga akhirnya datanglah undangan pernikahan Amanda untuk Hari. Undangan itu diantar sendiri oleh Amanda, karena gadis itu ingin menuntaskan masalah di masa lalunya dengan Hari.

Saat itu, Amanda juga meminta Hari untuk menemaninya menyebar undangan. Hari tak keberatan. Jadilah seharian itu milik mereka berdua. Film 'Hari Untuk Amanda' mengisahkan tentang peristiwa satu hari itu.

Dari sinilah semuanya bermula. Tanpa mereka sadari, hari mengantar undangan itu adalah awal kebimbangan Amanda. Kenangan-kenangan semasa pacaran terkuak kembali. Apalagi Hari masih mengharapkan Amanda kembali padanya.

Amanda kian bimbang. Dody yang diharapkan ada di sampingnya malah sibuk sendiri, sementara Hari, pria santai dan penuh spontanitas itu membuat Amanda tersanjung. Hari selalu ada disaat Amanda membutuhkan bantuan.

Waktu pernikahan Amanda tinggal sepuluh hari lagi. Sementara satu hari yang dilewati Amanda dan Hari untuk mengantar undangan hampir usai. Amanda harus memilih, tetap menikah dengan Dody yang super sibuk, atau memilih Hari, sang mantan pacar yang lebih mengerti dirinya?

Kisah cinta dalam film 'Hari Untuk Amanda' memang bisa terjadi pada siapapun. Meski tampaknya biasa-biasa saja, namun kisah satu hari ini ditulis begitu bergejolak oleh pasangan Salman Aristo dan Ginatri S. Noer. Penonton pun dapat menyaksikan gaya Oka Antara yang berbeda dari film-film sebelumnya.

Dibesut oleh sutradara muda, Angga Dwimas Sasongko, film ini berkisah tentang kebimbangan, pilihan dan kepastian hati. Kadang apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Bukan masalah siapa yang dipilih Amanda, tapi mengapa ia memilih? Film ini tak hanya menghibur, tapi menonton kisah "Hari Untuk Amanda" juga membuat kita berpikir ulang, sudah benarkah sesuatu yang kita pilih?

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ