Film Hantu Puncak Datang Bulan

Erotisme, Kesadisan, Tapi Tanpa Pesan

Mungkin penonton akan menuduh film ini norak betul karena banyak adegan seks vulgar.

Jum'at, 29 Januari 2010, 10:17 WIB
Siswanto
Andi Soraya  

VIVANews – Untuk semua perempuan normal yang sudah memasuki usia dewasa, tentu mereka didatangi tamu bulanan. Menstruasi atau haid. Datang bulan inilah yang kemudian menjadi pertanda bahwa sang gadis  ini sudah masuk masa aqil baliq.

Hantu Puncak Datang Bulan. Gagasan film yang disutradarai Steady Rimba ini asalnya dari kisah tamu bulanan itu. Steady meramunya sedemikian rupa. Menjadi jenis film horor yang dibubuhi begitu banyak  adegan seks. Dari dada yang kelihatan hingga melepas bra.

Mungkin, anda yang sudah menonton secara keseluruhan film ini, kemudian menuduh bahwa film ini norak betul sebab penuh dengan adegan pameran  lekuk tubuh kaum hawa. Penuh dengan adegan-adegan seks yang kelewat vulgar.

Tapi, memang secara kasat mata, begitulah film yang diproduksi K2K Productions ini. Di film ini penonton dapat melihat bagaimana Andi Soraya berani tampil penuh dan nekad. Totalitas bermainnya, seakan-dia ingin menunjukkan  bahwa dirinya ingin jadi artis bom seks masa kini.

Dalam sejumlah adegan, Andy Soraya berani melakukan adegan topless total atas bawah. Sepertinya dia ingin menguji nafsu dasariah penonton akan kebutuhan seks. Itulah dia.

Lewat film ini pulalah untuk pertama kalinya, Andy mengajak kekasihnya di luar film, Ferly Putra, untuk bermain sebagai pasangannya dalam adegan-adegan love scene.

Kemudian bagi Tessa Mariska, inilah kesempatannya untuk memamerkan kebolehan berakting, sekaligus memamerkan bagian-bagian tubuhnya yang menggiurkan mata laki-laki. Tessa dalam film itu bisa dibilang polos habis habisan.

Selain menggoda lewat adegan erotis di ranjang. Sutradara film sekaligus mencampur adukkan emosi penonton dengan meramunya dengan sejumlah adegan sadis yang membuat bulu roma bergidik. Misalnya aksi mencongkel mata, mencabut jantung hidup-hidup, dan memenggal kepala.

Seks, erotisme, dan kesadisan. Film ini memang cocoknya untuk penonton dewasa yang mau menikmati ketiga-tiganya. Cerita yang simple, sederhana, memikat, tapi jangan bertanya pesan apa yang mau disampaikan film ini. Karena kita akan kesulitan menemukannya.

Film yang didukung oleh pemain Andy Soraya, Trio Macan, Tessa Mariska, Ferly Putra, Rizky Mocil, Andreano Philips, dan Shierly Rushworth ini akan ditayangkan di bioskop-bioskop pilihan di seluruh Indonesia mulai 4 Februari 2010.

• VIVAnews
Rating
Komentar
tridi
27/03/2010
pfuuuhh . . . malang sekali indonesia. terlalu byk org ngaku artis padahal ZERO QUALITY, ZERO BRAIN. dikit2 mengatasnamakn seni. pfuuh . . . yg jelas cuma jual bodi aja kebanyakan
Balas   • Laporkan
daniel
24/02/2010
weleh film yang akan membuat moral anak muda kita bejad neh
Balas   • Laporkan
agus
10/02/2010
ya mungkin dinegara kita ini kalau nggak bkn sensasi dulu gak bakalan terkenal!mau dibawa nih moral anak bangsa kita ini.
Balas   • Laporkan
agus
10/02/2010
ya mungkin dinegara kita ini kalau nggak bkn sensasi dulu gak bakalan terkenal!mau dibawa nih moral anak bangsa kita ini.
Balas   • Laporkan
harie
06/02/2010
ga papa ko bagus....... karna itu akan merusak generasi muda kita........ lsi pada buta......
Balas   • Laporkan
hasan
05/02/2010
lembaga sensor filmnya buta x y...? yg begini bikin orang berbuat maksiat.., ini negara mayoritas ISLAM hati2 dong kalo bikin film., saya harap film itu di tarik dari peredaran.
Balas   • Laporkan
astajim
04/02/2010
film yang amat sangat tdk mndidik.... tdk sesuai dgn kpribadian bngasa indonesia......
Balas   • Laporkan
Azis Turindra
03/02/2010
Bakalan parah neh tiap hari di jejali yang bikin kotor pikiran
Balas   • Laporkan
linda
03/02/2010
dampak dari film di keseharian sangat besar, jadi klo orang-orang udah nonton film ini, yaa tunggu ajah apa yg dia lakukan...???
Balas   • Laporkan
Engkos
02/02/2010
Pemerannya sepertinya sudah tidak punya harga diri
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ