MUI Akan Evaluasi Film Berbau Porno & Horor

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pemunculan itu hanya bersifat kasuistik.

Jum'at, 29 Januari 2010, 10:39 WIB
Ismoko Widjaya
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Umar Shihab dan Ma'ruf Amin (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Film-film bergenre porno dan horor masih saja bermunculan dan terus diproduksi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pemunculan itu hanya bersifat kasuistik.

"Itu kan kasus per kasus. Kenapa masih lolos? Kami akan evaluasi lagi," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin dalam pebincangan dengan VIVAnews, Jumat 29 Januari 2010.

Meski tidak mengikuti perkembangan dunia perfilman, Ma'ruf menekankan bahwa MUI belum memutuskan untuk menarik wakil MUI dari Lembaga Sensor Film (LSF).

"Belum, kami masih mempertimbangkan manfaat dan tidaknya. Ini kan kasuistik," ujar dia.

Seperti diketahui, film terakhir yang beraliran pornografi dan horor adalah berjudul Hantu Puncak Datang Bulan.

Dalam trailer film itu bahkan menampilkan adegan artis Andi Soraya yang tidak mengenakan busana bagian atas alias topless. Bahkan ada bagian lain yang memperlihatkan adegan bermesraan dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
yan
01/02/2010
naaahh gitu dong!!!daripada ngurusin hal2 yg ga penting macem golput,foto prewed,ojek wanita,de el el...mendingan yg jelas2 ngelarang film2 porno berbau horor...kalo mo nonton film porno,mending download atau beli aja di glodok,,jangan di bioskop
Balas   • Laporkan
minto
01/02/2010
wahai MUI yang terhormat ini hanya usul aja..... jgn ikut urusan yang sepele.... urusan yang gede banyak... tingkatkan kualitas ustadn pemuka ulama supaya kita umat jangan diabuat alasan untuk kepentingan sendiri..... jg jgn MUNAFIK..... JGN BISA MELARANG
Balas   • Laporkan
laden
01/02/2010
Dalam hal pornografi dan sebangsanya MUI harus tegas dan segera bergerak dan menertibkanya biar tidak berlanjut, kalau tidak akan dibawakemananegara kita ini??????????????????????????
Balas   • Laporkan
azhul
01/02/2010
justru lo yg muna' Jol. blg aja kalo lo stuju sm MUI. coba kalu emma' lo nangkring di TV trus maen bugil-bugilan gitu. lo seneng gak??yg ada malah malu.
Balas   • Laporkan
spacealien
01/02/2010
SETUJU SAMA KELIK....!!!!!!! @BAJOL: GAK USAH SOK CARI PEMBELAAN, LU KALO PENGEN NONTON TONTON AJA, PAKE NGATAIN MUNAFIK SEGALA, CIH, KAYAK LO LEBIH BAIK DARI MUI AJA KARENA ADA KONSUMEN MACAM LO INI MAKANYA PRODUSER PADA RAME2 BIKIN FILM2 GAK MUTU!!!!
Balas   • Laporkan
elan
31/01/2010
Kecian perfilman indonesia.....!!! baru aja bangkit....., sekarang mau ambruk lagi....!!! akibat banyak film2 norak & kacangan......
Balas   • Laporkan
nawang
31/01/2010
setuju dg komentar kelik.. negara kita sudah sedemikian parah kerusakan moralnya. MUI mencoba mengantisipasi kebobrokan yg makin parah dg menetapkan fatwa yg benar, kembali ke fitrah sbg manusia yg beriman. Apakah qt ingin negara kita, udah miskin d
Balas   • Laporkan
nawang
31/01/2010
setuju dg komentar kelik.. negara kita sudah sedemikian parah kerusakan moralnya. MUI mencoba mengantisipasi kebobrokan yg makin parah dg menetapkan fatwa yg benar, kembali ke fitrah sbg manusia yg beriman. Apakah qt ingin negara kita, udah miskin d
Balas   • Laporkan
nawang
31/01/2010
setuju dg komentar kelik.. negara kita sudah sedemikian parah kerusakan moralnya. MUI mencoba mengantisipasi kebobrokan yg makin parah dg menetapkan fatwa yg benar, kembali ke fitrah sbg manusia yg beriman. Apakah qt ingin negara kita, udah miskin d
Balas   • Laporkan
gomu gomu no fruit
30/01/2010
"jol " klo otak lu berkisar diantara selakangan ya silakan, tp kata munafik itu lu tau bener gak artinya apa? elu nyadar gak coment elu tuh memihak hal yg negative, elu mikir gak klo ntar anak lu cucu elu di warisi kebudayaan yg rusak, kita melihat ketida
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ