Pedagang Glodok

Film Horor & Porno Indonesia Tak Laku

Menurut dia, pembeli sekarang sudah pintar dalam memilih film-film yang bagus.

Jum'at, 29 Januari 2010, 12:14 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam
foto ilustrasi film  

VIVAnews - Selain diputar di bioskop, film-film bergenre porno dan horor Indonesia juga merangsek ke pasar DVD bajakan. Namun, sejumlah penjual mengaku penjualan film-film jenis ini tidak terlalu bagus.

"Jelek. Sehari itu kurang dari 20 keping," kata salah satu pedagang DVD bajakan di Glodok Jakarta, Tono saat ditanya VIVAnews, Jumat 29 Januari 2010.

Menurut dia, pembeli sekarang sudah pintar dalam memilih film-film yang bagus. "Rata-rata yang laku itu film horor luar, Jepang, China, sama horor Korea," kata dia menjelaskan.

Penjualan film horor Indonesia tetap tak laku meski sudah dijual borongan. "Artinya, satu keping CD itu isinya bisa enam film. Tapi, itu juga tetap jarang pembeli. Apalagi kalau dijual per judul," jelasnya.

Tono lalu menunjukkan conto DVD yang dia jual berjudul 'Kompilasi Indonesia Horor 2010 volume 1.' Di dalamnya, sudah tercakup beberapa judul horor misalnya, Keramat, Susuk Pocong, Paku Kuntilanak, Hantu Rumah Ampera, Pocong Kamar Sebelah, dan Pocong Jalan Blora.
 
Pedagang membanting rata harga per keping DVD baik lokal maupun film luar, yakni Rp 10 ribu. "Kalau beli 4, dikasih 30 ribu rupiah," jelasnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
basofi msc
22/09/2010
sudah saatx kita harus bangkit dari sgala kterprukan selama ini ayo bangkit dunia perfilman indonesia !
Balas   • Laporkan
punyamata
07/04/2010
film horor porno di indonesia kurang dana sehingga menghasilkan film keceng-kecengan. gak laku.... Alhamdulillah
Balas   • Laporkan
iand
20/02/2010
benar,.,.film horor indo hanya sampah.. hanya film Rumah Dara yang paling bagus..
Balas   • Laporkan
bagoez
02/02/2010
ku pngen bnget miaby
Balas   • Laporkan
Mahyuddin
01/02/2010
Begitulah, kurang sadar, dah miskin tak berduit, apa lacur, apa yang bisa dijual, dijuallah, yang bintang pun tak sadar diri pula itu, macam cantik saja, barangkali dah duluan dipake produsernya kali, jadi terpaksa janji buat filem
Balas   • Laporkan
dwijoadi
31/01/2010
menurutku...mending nggak usah buat film horor....apa faedahnya?????????? mending buat film yang bisa membuat gaya hidup bangsa kita lebih sopan lebih santun,daripada bangsa kita dididik untuk berkhayal dalam ketakutan. salah satu contoh: film yang meng
Balas   • Laporkan
Mike
31/01/2010
betul banget. film indonesia udah nggal layak di tonton. apalagi banyak unsur dewasa yang bikin anak jaman sekarang makin penasaran. karena udah nggak ada film untuk kalangan mereka. dari pada bikin film yang nggak bermutu, meningan bikin yang lebih ba
Balas   • Laporkan
Nans
31/01/2010
sangat-sangat prihatin.....
Balas   • Laporkan
MixMax
31/01/2010
UVI la jenius buat film..
Balas   • Laporkan
fermina
31/01/2010
memang perfilman indonesIA sekarang kadang aneh2 aja.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ