Kata Andi Soraya Soal Aksi Vulgarnya

Andi Soraya merasa adegan yang dilakukannya tak terlalu berlebihan.

Jum'at, 5 Februari 2010, 09:08 WIB
Finalia Kodrati
Andi Soraya (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dianggap terlalu vulgar, film 'Hantu Puncak Datang Bulan' gagal tayang di bioskop. Andi Soraya yang membintangi film itu merasa kecewa. Dia merasa aktingnya di film itu masih dalam batas wajar.

"Aku melihat nggak ada yang berlebihan. Banyak artis yang lebih vulgar dari aku," kata Andi seperti dikutip dari TVOne, Jumat 5 Februari 2010.

Janda dua anak ini mengaku dirinya sempat kaget ketika mengetahui filmnya itu gagal tayang. Pasalnya, dia mendengar soal itu malah dari penggemarnya yang menanyakan mengapa film itu tak beredar di bisokop.

"Katanya mereka sempat tanya ke 21. Dan aku juga tahu dari mereka," tambahnya.

Mantan pasangan Steve Emmanuel ini berharap film yang dibintanginya bersama Trio Macan itu bisa ditayangkan di bioskop.

"Itu film lebih banyak komedinya kok. Aku juga nonton banyak tertawanya," tandasnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hiraptor
08/02/2010
itu si andy otak nya gk dipake saking demennya nge seks mulu :p
Balas   • Laporkan
dunia akhirat
08/02/2010
apapun alasan nya pornografi tetaplah bkn jati diri qta sbagai bangsa indonesia... dr sudut pandang manapun,yg namanya telanjang itu yah tetep salah... apapun suku kita, apapun agama kita, masa iyah telanjang bwt diliat org banyak itu boleh....???
Balas   • Laporkan
agus
07/02/2010
untuk ibu ani anda itu punya iman nggak?ini indonesia bu!bukan dibarat jangan terlalu diumbar tuh punya barang,terus terang aku jijik melihatnya,udahlahlah kalau pingin tenar jangan main film gituan,sebenarnya ibu Ani itu udah terkenal sejak KUMPUL ......
Balas   • Laporkan
guntur
07/02/2010
biasa jorok ya wajar kalau berbuat jorok
Balas   • Laporkan
Syarief Tibyan
07/02/2010
kesalahan bukan dari pemainnya tpi dari pembuat film itu sendiri,yg udh pada kehabisan ide..
Balas   • Laporkan
biwana
07/02/2010
o o o, memank ada yg lbh vulgar n mau n bisa lolos jadi calon waka bupati. siip la n lengkap suda republik mimpi ini. ungkapan akhir edan, edan, edan.
Balas   • Laporkan
matgeyfer
06/02/2010
seharus nya pihak lembaga sensor film harus lebih tegas dong kl bangsa ini engga mau rusak.......?
Balas   • Laporkan
Rakyat Biasa
05/02/2010
bwt mbk andi soraya mendingan pindah k jepang pasti lbh laku...he..he..
Balas   • Laporkan
Rakyat Biasa
05/02/2010
saya setuju film ni tidak di tayang kan..berbagai segi kualitas film ni murahan (cost produksi emang murah ngk usah pake naskah juga jalan yg penting artisnya buka2an ja) gara2 film kaya gini dulu film indonesia jd mati.., mdah2 rumah produksi film lainny
Balas   • Laporkan
ninus
05/02/2010
semoga LSF akan selalu memiliki nurani utk melakukan pencegahan terhadap film2 yg tdk bermoral seperti film ini, kasihan anak bangsa kalo selalu di didik dg amoral ....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ