VIVAnews - Malaysia dan Indonesia, selalu saja ada pertentangan. Mulai dari batik, sampai pembatasan pemutaran lagu-lagu Indonesia di Negeri Jiran. 'Dewa 19' sore ini bertolak ke Malaysia. Mereka pun menyampaikan harapannya.
"Kita harap mereka bisa menjamu kita dengan tidak banyak aturan," ungkap Once sang vokalis dalam jumpa pers di Studio Dewa, Jalan Pinang Emas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin 1 Desember 2008.
Menurut pentolan grup lawas yang masih eksis ini, mereka didaulat jadi bintang iklan di sana. Produk yang menjadikan mereka bintang itu adalah sebuah produk telekomunikasi terbesar di Negeri Jiran. Namun mereka tak bersedia berbagi nama. "Menurut kami membanggakan di saat sebagian bangsa Malaysia gencar menghalangi artis Indonesia. 'Dewa 19' malah jadi ikon," Dhani berujar.
Selama beberapa hari Ahmad Dhani (keyboard, gitar), Andra Junaidi (gitar), Elfonda Mekel (vokalis), Yuke Sampurna (bass), dan Agung Yudha (drummer) akan bertolak ke Malaysia untuk syuting iklan dan menggelar jumpa pers.
Dhani berharap tak ada halangan dalam rencana mereka. Sementara Once memiliki kekhawatiran. "Mungkin ada bahasa tertentu di Malaysia yang dianggap tidak pantas. Misalnya lirik lagu 'Aku butuh dia'. Mungkin di Malaysia kata 'butuh' itu nggak pantas, tapi di Indonesia kan tidak," papar pemilik nama lengkap Elfonda Mekel itu.
Sebelumnya, Desember 2007 mereka pernah menggelar show di 5 kota Malaysia. Dhani mengaku, 'Dewa 19' ditonton ribuan orang. Rekornya bahkan melebihi artis Malaysia yang pernah menggelar konser serupa di kandang sendiri.