VIVAnews - Pegolf kondang Tiger Woods Jumat pekan lalu, 18 Februari 2010, telah minta maaf secara terbuka karena berselingkuh kepada sejumlah perempuan. Pria hitam blasteran Amerika dan Thailand itu kini bertekad kembali kepada ajaran Buddha, yang pernah dia tekuni semasa kecil.
Menurut laman harian The Telegraph, Minggu 21 Februari 2010, tekad Woods itu didukung oleh seorang biksu terkemuka yang lebih dikenal sebagai pemimpin spritual Tibet, Dalai Lama. Namun, dia menitip pesan kepada Woods bahwa ada faktor yang sangat penting untuk menjauhkan diri dari jeratan nafsu birahi sekaligus menekuni ajaran Buddha, yaitu kedisiplinan.
Menurut Dalai Lama, disiplin pada diri sendiri merupakan kunci bagi yang bersangkutan bila ingin menekuni ajaran Buddha dan juga kepercayaan-kepercayaan lain. "Menurut saya, apakah itu ajaran Buddha atau ajaran agama lain, dispilin pada diri sendiri merupakan faktor yang penting. Faktor itu harus disertai dengan kesadaraan atas akibat dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan," kata Dalai Lama, yang tengah melawat ke Amerika Serikat (AS).
Sebelum diberitahu wartawan, Dalai Lama sendiri mengaku tidak tahu siapa itu Tiger Woods. Namun, pemimpin yang menjadi musuh bagi pemerintah China itu mendukung upaya Woods untuk bertobat dari perselingkuhan dengan kembali menekuni ajaran Buddha.
Dalam permintaan maaf yang ditayangkan oleh sejumlah jaringan televisi manca negara, Woods mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir dirinya telah "menyimpang dari jalur" ajaran Buddha. "Banyak hal yang harus saya lakukan dan bermaksud membaktikan diri untuk melakukannya. Salah satunya adalah ajaran Budha (Budhisme)," kata Woods.
"Budhisme mengajarkan saya untuk tidak selalu mengikuti dorongan hati dan tahu kapan menahan diri. Saya memang telah menyimpang dari jalur yang telah diajarkan kepada saya," lanjut Woods, yang reputasinya sebagai pegolf nomor satu dunia hancur menyusul terungkapnya sejumlah skandal dengan perempuan-perempuan yang bukan istrinya sejak akhir tahun lalu.