Sandhy Sondoro, Bintang yang Menggoda di JJF

Suara serak berpadu aksi panggungnya yang energik berhasil mencuri perhatian penonton.

Minggu, 7 Maret 2010, 13:39 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Sandhy Sandoro (www.musisiindonesia.com)

VIVAnews - Sosok Sandhy Sondoro mungkin belum terlalu populer di tanah air.  Namun, suara serak berpadu aksi panggungnya yang energik berhasil mencuri perhatian penonton Java Jazz Festival.

Ribuan orang tak sungkan berdiri sambil memberikan tepukan gemuruh setelah melihat aksinya menyanyikan lagu karya Diane Warren, 'Nothing's Gonna Stop Us Now', di panggung utama D2, Sabtu, 6 Maret 2010.

Ia merupakan satu dari dua penyanyi Indonesia yang dipercaya menyuarakan keindahan karya komposer dunia itu dalam proyek bertajuk 'Diane Warren Greatest Hits'. Secara bergantian, ia tampil bersama Dira J Sugandi, Eric Benet, Griffith Frank, dan Due Voci.

Daya pikat Sandhy sudah terlihat sejak tampil di hari pertama Java Jazz Festival pada Jumat lalu. Selama sekitar satu jam, ratusan penonton rela berdesak-desakan untuk menyaksikan permainan gitar dan vokalnya.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1980 ini mengawali karier bermusiknya sebagai pengamen jalanan di Jerman 14 tahun silam. Kebetulan kala itu ia tengah menempuh studi arsitektur di sana. Pengalaman itulah yang kemudian mengantarnya menjadi penyanyi kafe dan festival di Eropa.

Ia memiliki fans fanatik di Hamburg, Cologne, Stuttgart, dan sejumlah kota di Jerman. Ia juga tampil di sebuah acara kontes musik televisi sukses di Jerman, Stefan Raab's Casting Show. Popularitasnya semakin menonjol saat lolos sebagai finalis Jerman Idol 2007.

Namanya mulai banyak dibicarakan di Indonesia ketika ia menjadi juara di ajang International Contest of Young Pop Singers New Wave 2009 di Latvia. Ia menjadi juara setelah membawakan sebuah lagu gubahan penyanyi idolanya Marvin Gaye, When A Man Loves A Woman, dan dua lagu ciptaannya End of The Rainbow dan Malam Biru. Lagu End of The Rainbow menjadi lagu terbaik di Rusia 2009.

Setelah merilis debut album bertajuk 'Why Don't We' di Jerman pada 2008, ia berniat merilis album barunya di tanah air  pertengahan tahun ini. Album itu kemungkinan juga akan dipasarkan di Asia Tenggara. "Misi saya mendunia," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ