VIVAnews - Ditengah maraknya genre musik di indonesia, D’Cinnamons percaya diri membawakan lagu-lagu recycle (daur ulang). Menurut sang vokalis, Diana Widoera alias Dodo, musik jaman dulu dianggap lebih berkualitas dibandingkan musik-musik jaman sekarang.
“Sebenarnya kita ingin menampilkan lagu-lagu kita sendiri, bukan lagu-lagu recycle saja. Tapi lagu-lagu yang kita ciptakan dengan tema serta konsep yang kita anut menggunakan bahasa Inggris tidak terlalu menjual. Sehingga kita memilih untuk membawakan lagu-lagu recycle dan ternyata kita mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” kata Dodo seusai manggung dalam acara “Kampung Gass” di Gasibu Bandung, Rabu, 10 Maret 2010.
Dimulai dengan lagu "Selamanya Cinta" yang pernah dipopulerkan oleh Yana Yulio, D’Cinnamons segera mempopulerkan lagu-lagu lama lainnya. Salah satu lagu yang kembali populer setelah dibawakan oleh grup band asal Bandung ini beberapa waktu lalu, adalah Galih dan Ratna.
Menurut Dodo, band yang mulai terbentuk pada tahun 2004 ini, akan terus mempertahankan tema serta konsep mereka dalam bermusik. Mereka akan terus berpegang teguh pada prinsip idealisme bermusik mereka sehingga bisa diterima oleh label yang menaungi mereka.
Sementara itu, band yang beranggotakan Dodo pada vokal dan Ismail Bonaventura alias Bona pada gitar ini, sedang mempersiapkan album terbaru mereka yang akan dirilis pada tahun ini.
Tak heran jika kesibukan mereka akhir-akhir ini hanya terfokus untuk segera merampungkan album terbarunya. Untuk memperlancar pembuatan album tersebut, D’Cinnamons menggunakan aditional player untuk menggantikan posisi Louise Laura Lalitanaya alias Laut pada Bass.
“Untuk pertunjukkan hari ini dan proses pembuatan album, kami memboyong seorang perempuan bernama Anggi untuk bermain bass,” jelas Bona.
Salah satu single yang mereka bawakan dari album terbaru, berjudul "Gersang Tapi Damai". Lagu tersebut dipersembahkan untuk para pengunjung “Kampung Gass” yang hadir.
Laporan: Melissa Tuanakotta/ Bandung
• VIVAnews