VIVAnews - Rieke Dyah Pitaloka mengaku dirinya dilecehkan oknum dokter di Rumah Sakit Labuan Baji, Sulawesi Selatan pada saat dirinya sedang mengadakan kunjungan kerja dengan anggota DPR yang lain. Rieke menjelaskan kronologi pelecehan yang terjadi pada dirinya.
Rieke mengatakan pada Senin, 8 Maret lalu dia bersama anggota Komisi IX DPR mengunjungi Rumah Sakit Labuan Baji. Mereka pun terlibat pembahasan serius dengan para anggota medis rumah sakit. Setelah perbincangan selesai, Rieke keluar dari ruangan. Tetapi, tiba-tiba ada yang minta foto bareng dengannya. Rieke menerima dengan senang hati ajakan foto bareng tersebut.
Tiba-tiba, dokter berinisial R itu ikut berfoto bareng. Namun, dia tak merasa nyaman dengan sikap yang diperlihatkan dokter tersebut. Apalagi, saat dokter itu mulai merangkul dirinya. Rieke meminta agar dokter itu tidak melakukan hal tersebut terhadap dirinya.
"Meski saya publik figur tapi saya tak pernah mau di foto rangkul-rangkulan dengan laki-laki yang bukan muhrim saya," kata Rieke saat ditemui di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Pemeran Oneng dalam 'Bajaj Bajuri' ini menambahkan bila aksi pelecehan dokter tersebut tak berhenti di situ. Dia bahkan melakukan hal yang lebih berani lagi dengan mendekatkan mulutnya ke Rieke dan bilang ingin mencium Rieke.
"Saya bilang 'bapak apa-apaan ini'. Terus dia malah bilang 'loh memang kenapa, sudah biasakan, Anda kan publik figur'. Itu saja sudah merupakan suatu kesalahan. saya datang ek situ bukan sebagai publik figur tapi sebagai anggota dewan dalam forum resmi," tambahnya dengan nada kesal.
Tetapi saat ditanya, R tak mau mengakui bila ia sempat membisikkan Rieke untuk minta cium darinya. Justru pria itu malah menyerang Rieke dari pakaian yang dikenakannya pada saat itu. Pria itu menganggap pakaian Rieke seksi.
"Saya pakai jas, semua tertutup. Saya katakan ini bukan persoalan baju, kenapa baju yang dipersalahkan. Memang orang itu yang salah," ucapnya.
Rieke tak terima dengan tindakan dokter tersebut. Dia tetap akan menuntut dokter itu dan menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum.
"Kasus seperti ini sering terjadi dan hanya berujung pada saling memaafkan tapi ini negara hukum," tandasnya. (Ina)