VIVAnews - Ribuan pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta membatik bersama pada 2.500 meter kain putih di Pasar Seni Gabusan, Bantul.
Membatik bersama ribuan pelajar SD hingga SMA di Kabupaten Bantul, DIY ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kilau 17 antv yang digelar di Yogyakarta.
Sejak pukul 07.00 WIB ribuan pelajar sudah mulai memadati lokasi Pasar Seni Gabusan untuk mengikuti kegiatan membatik bersama yang nantinya rekor membatik bersama dengan peserta pelajar terbanyak ini akan memecahkan rekor MURI yang sebelumnya tidak pernah dipecahkan.
Ribuan pelajar ini langsung menempati beberapa los tempat jualan pedagang di PSG yang sengaja dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan membatik. Ribuan siswa langsung membuat pola atau gambar pada kain putih yang telah disiapkan oleh panitia. Setelah selesai membuat pola atau gambar, ribuan pelajar mulai menuangkan malam dengan canting pada kain yang telah dibuat pola atau gambar.
“Sulit ternyata mebatik pada kain. Saya baru pertama kalinya membatik. Memegang canting pun panas,” kata Rina salah seorang pelajar SD di Kabupaten Bantul yang mengikuti acara membatik bersama di Pasar Seni Gabusan (PSG), Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 20 Maret 2010
Meski kesulitan untuk menuangkan malam dengan canting pada pola yang telah dibentuk, namun terlihat para pelajar sangat antusias mengikuti acara membatik bersama ini.
Sugito salah seorang panitia membatik bersama pelajar di Bantul mengatakan, jumlah peserta membatik khususnya untuk pelajar mencapai 2010 siswa, namun ternyata antusiasme membatik pelajar cukup tinggi sehingga saat berlangsungnya acara peserta bertambah hingga 2500 siswa. “Seluruh siswa merupakan pelajar SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Bantul,” terangnya.
Untuk persiapan membatik sendiri kata Sugito, seluruh keperluan membatik disediakan oleh panitia mulai dari kain, canting, malam dan kompor minyak untuk memanaskan malam. “Tapi tadi beberapa siswa terlihat juga ada yang membawa bekal sendiri khususnya malam dan kompor minyaknya,” tuturnya
Masih dalam rangkaian acara Kilau 17 ANTV ini juga dilokasi berbeda juga digelar acara sunatan massal dan operasi katarak secara gratis. Sunatan massal mengambil lokasi di rumah dinas Bupati Bantul dengan jumlah peserta sunatan massal mencapai 103 orang dan untuk operasi katarak yang dilaksanakan di RSUD Panembahan Senopati Bantul diikuti oleh sekitar 100 orang penderita katarak.
Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Idham Samawi yang dibacakan oleh Wakil Bupati Bantul Sumarno dalam sambutannya menyatakan bahwa batik saat ini telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia yang dimiliki oleh Indonesia sehingga perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Kita mencoba memberikan pendidikan kepada para generasi penerus bangsa agar mereka mengenal, mencintai batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang dimiliki oleh Indonesia”terangnya
Idham juga menyatakan bahwa batik nantinya akan menjadi menjadi salah satu pelajaran di muatan local yang akan diberikan di seluruh SD hingga SMA di Kabupaten Bantul ini. “Mata pelajaran membatik masuk dalam muatan local ini ditujukan agar batik tetap dilestarikan dan digunakan oleh masyarakat Bantul khususnya”tandasnya
Lebih lanjut, dalam sambutannya Bupati Bantul ini juga mengajak seluruh komponen masyarakat Bantul untuk mewaspdai adanya produk-produk batik dari luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah karena perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) sudah dibuka.
“Untuk tetap dapat bersaing dengan prosuk batik dari luar negeri khususnya China, maka para perajin batik di Bantul harus kreatif, mampu memberikan kualitas batik yang lebih baik. Dan yang terakhir adalah masyarakat Indonesia mencintai produk dalam negeri sendiri,” pungkasnya
Laporan: KDW | Yogyakarta