Kiki Fatmala Emoh Rokok Diharamkan

Salah satu "Bom Seks" era 90-an itu menilai larangan merokok malah rugikan banyak orang

Sabtu, 20 Maret 2010, 19:21 WIB
Renne R.A Kawilarang, Beno Junianto
Kiki Fatmala (Mahasiswa.com)

VIVAnews - Artis yang pernah populer dengan film-film hot di era 90-an, Kiki Fatmala, angkat bicara terkait fatwa merokok haram yang dikeluarkan suatu organisasi keagamaan awal Maret lalu. Menurut Kiki, merokok tidak perlu dilarang, namun cukup naikkan harga rokok atau perbanyak tempat-tempat khusus untuk merokok.

Dalam perbincangan lewat telepon dengan VIVAnews, Sabtu 20 Maret 2010, artis berusia 40 tahun itu menilai bahwa kalau untuk masalah kesehatan, pantangan untuk merokok itu bagus. Namun, tidak perlu sampai ada larangan bagi individu perokok.

"[Merokok] itu kan hak orang (individu). Saya nggak setuju adanya fatwa haram untuk hak orang. Yang penting kita tidak melakukan hal-hal yang di luar batas," kata Kiki.

Aktris yang memulai debut dalam film panas "Permainan di Balik Tirai" itu juga tidak setuju bila harus ada hukuman denda bagi perokok di tempat umum. "Masak denda rokok saja sampai jutaan, lebih mahal dari harga beberapa bungkus rokok. Sebaiknya pemerintah tidak perlu membuat undang-undang dan denda untuk rokok. Malah memberatkan perokok," lanjut Kiki.

Menurut dia, ada langkah-langkah yang lebih efektif untuk membatasi para perokok sekaligus membuat mereka tidak mengisap nikotin di sembarang tempat. Sediakan saja tempat-tempat khusus untuk perokok. Atau mahalin aja harga rokok seperti di negara-negara eropa yang sebungkusnya bisa 128 dolar. Orang pasti juga mikir ngapain beli rokok semahal itu," kata Kiki.

Aktris pemeran film "Pijit Atas Tekan Bawah" itu juga menilai bahwa kebijakan mengharamkan rokok juga bakal mengurangi pajak negara. "Petani-petani tembakau akan kehilangan pekerjaan dan akibatnya akan merugikan banyak orang karena mereka kehilangan pekerjaan," kata Kiki.

Ngomong-ngomong, terganggu nggak sih berada di antara mereka yang merokok? "Nggak juga sih, tapi kalau asapnya terlalu banyak, pastinya terganggu," kata dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
vlad
31/03/2010
bahasa yang baik dan benar adalah cerminan bangsa....
Balas   • Laporkan
koneng
31/03/2010
Betul... Merokok itu hak orang.... Lagian siapa yang melarang elo merokok. Merokok aja....!!! Orang-orang cerdas cuma mengeluarkan Fatwa kok.. itu hak mereka. Elo mau ikutin atau kagak terserah, itu hak elo.
Balas   • Laporkan
norak
31/03/2010
hadoohhhh,,,,pikirannya sempit banget sih jeng. kita juga punya hak individu untuk menikmati udara tanpa asap berbahaya
Balas   • Laporkan
rico
31/03/2010
klu org g pny uang otomatis rokok haram karena g bisa membeli nya.... karena arti haram itu sesungguh nya kan "tidak boleh"
Balas   • Laporkan
abu_dzakii | 14/07/2011 | Laporkan
Kurang lengkap : haram itu tdk boleh
Batistuta
31/03/2010
zina juga hak individu mbak... kalau semua dilihat dari hak individu hancur dunia ini.... gmn toh....?
Balas   • Laporkan
nelson fajrian
29/03/2010
rokok mantap banget loh mereknya ANCu3X
Balas   • Laporkan
keling
20/03/2010
Rokok yang mana mbak yang ga haram, mending loe isep aja punya gua, sama aja kok, cuma punya gue lebih besar.
Balas   • Laporkan
Agung
20/03/2010
"[Merokok] itu kan hak orang (individu)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ