Kematian Brittany Murphy Masih Misteri

Penyebab kematian Brittany masih menjadi tanda tanya.

Minggu, 21 Maret 2010, 17:15 WIB
Finalia Kodrati, Mutia Nugraheni
Brittany Murphy di London (AP Photo/Matt Dunham, File)

VIVAnews - Kematian Brittany Murphy diduga sebagai sebuah kecelakaan. Hal itu diungkapkan oleh pemeriksa mayat. Kematian Brittany terjadi karena serangan jantung setelah ia mengalami radang paru-paru. Sementara, suaminya Simon Monjack menegaskan bahwa Brittany tidak menggunakan narkoba. Tetapi, apotek setempat mengungkap cerita yang berbeda.

TMZ telah menemukan informasi baru tentang kematian Brittany dari seorang pria bernama Eddie Bubar, pemiliki Eddie’s Pharmacy di Los Angeles, Amerika Serikat. Dia mengaku memiliki daftar lebih dari 100 resep obat, milik Brittany, Simon, dan ibu Brittany, Sharon antara Januari 2008 dan Agustus 2009. Obat-obatan tersebut yaitu Vicodin, Hydrocodone, Klonopin, dan obat lain. Dikabarkan mereka membelinya dalam berbagai nama.

Salah satu nama yang digunakan Brittany adalah Lola Manilow Murphy. Bubar mengungkapkan pada penyelidik, kurir mengantarkan berbagai macam resep dalam amplop setiap dua minggu, atas nama Lola.

Bubar juga mengatakan, ia mengurangi tiga resep obat, empat bulan sebelum kematian Brittany, karena ia percaya bahwa mereka menggunakan beberapa apotek untuk mendapatkan resep.

"Kami berpikir akan ada sebuah kecelakaan di sana," ungkap Bubar, seperti VIVAews kutip dari Hollyscoop, Minggu 21 Maret 2010.

Sejak penyelidikan, beberapa nama obat lain ditemukan di apotek lokal lainnya. Simon membantahnya. Dia berkata, "Kau tahu bagaimana kota ini," ungkap Simon.

Kasus kematian Brittany, tampaknya jauh dari selesai. Karena penyebabnya kematiannya belum jelas, begitu juga Jaksa Agung Negara yang masih ragu dengan kasus ini. Mereka baru saja melakukan sebuah penyelidikan pada obat-obatan yang diresepkan dokter untuk, Corey Haim dan Michael Jackson.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Jeff
21/03/2010
I love this girl... Breaking my heart..... Love you britanny... Didn't expect nothing but you...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ