Mewarisi Perjuangan Sang Maestro Batik

Seniman dan desainer batik itu meninggalkan warisan perjuangan yang telah berbuah manis.

Sabtu, 31 Juli 2010, 14:04 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Syahrul Ansyari
Peranti Makan Batik Iwan Tirta (VIVAnews/Irma Kurniati)

VIVAnews - Iwan Tirta menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 08.40, Sabtu, 31 Juli 2010. Ia meninggal akibat sakit komplikasi. "Beliau sudah enam kali cuci darah sejak seminggu yang lalu," kata Tisna, asistennya.

Ia dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas pada 21 Juli 2010. Hasil diagnosis menunjukkan adanya infeksi paru-paru dan jantung. Ginjalnya juga bermasalah sehingga harus dilakukan cuci darah. Awalnya ia akan dibawa ke RS Gatot Subroto, namun ia meminta RS Abdi Waluyo karena lebih dekat.

Jenazah kini disemayamkan di rumah duka di Jalan Panarukan 25 Menteng, Jakarta Pusat.. Ia akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga di TPU Karet. "Tapi saya belum tahu jamnya," ujarnya.

***

Nursjirwan Tirtamidjaja, dikenal sebagai Iwan Tirta, telah berpulang. Seniman dan desainer batik itu meninggalkan warisan perjuangan yang telah berbuah manis.

Jauh sebelum anak muda masa kini begitu percaya diri mengenakan batik, Iwan sudah berjuang mempromosikan keindahan batik ke mancanegara. Ia begitu berjasa dalam pelestarian kain tradisional khas Jawa itu.

Master hukum lulusan Yale University itu memiliki andil besar dalam mentransformasikan kain tradisional batik menjadi sebuah gaun modern yang mewah. Ia memberi citarasa modern demi menduniakan batik.

Pria kelahiran Blora, 18 April 1935, itu mulai jatuh cinta dengan batik saat melakukan penelitian tarian sakral di Keraton Solo atas dana hibah The John D Rockerfeller III. Dari sana, ia bertekad untuk mendokumentasi dan melestarikan batik.

Di tengah pergulatannya dengan batik, ia juga menghasilkan sejumlah buku berisi pengalaman dan ilmu tentang batik. Ia juga berkreasi menghasilkan sejumlah perangkat makan bermotif batik dan perhiasan keraton. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ