Digeser dari No 1 ke No 2

Marissa Haque Mengadu ke KPU

Marissa Haque mengadu ke KPU karena digusur dari nomor urut 1. Siapa yang menggusurnya?

Senin, 13 Oktober 2008, 14:26 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Abdul Hafiz Anshary (VivaNews/Tri Saputro)

VIVAnews - Marissa Haque memprotes penggusurannya dari nomor urut 1 ke nomor urut 2 di daerah pemilihan Jawa Barat I dari Partai Persatuan Pembangunan. Marissa pun mengadu ke Komisi Pemilihan Umum.

Marissa yang kalah dalam pemilihan kepala daerah Banteng itu tiba di Kantor KPU, Senin, 13 Oktober 2008, pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat. Marissa ditemui langsung Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Kepada Hafiz, Marissa menyatakan ada oknum di partainya yang bermain menggantinya di posisi urut 1 dengan Somali A Malik. Somali, kata Marissa, sebelumnya adalah nomor urut 1 di daerah pemilihan Jawa Barat XI. "Tempatnya itu tergusur oleh Asep Ahmad Maoshul yang juga dicalegkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Sehingga Somali A Malik yang mestinya di Dapil XI dipindah ke Jabar I," kata Marissa.

Untuk diketahui Asep Ahmad Maoshul juga terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa. Sehingga, Marissa mendatangi KPU untuk meminta Asep Ahmad Maoshul dicoret dari daftar calon sementara (DCS).

Marissa pun jelas kecewa dengan tindakan oknum di partainya yang dengan mudah menggeser posisi seseorang. "Saya sebenarnya juga keturunan Nahdhatul Ulama. Cucu seorang kyai dari Madura. Tapi mungkin karena saya terlihat cair dan saya artis dan mungkin pendidikannya terlalu tinggi, sehingga saya dikalahkan," kata Marissa dengan nada tinggi kepada wartawan usai menemui Hafiz.

Marissa pun berencana menemui Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PPP, Bachtiar Chamsyah. Jika gagal, Marissa akan melapor ke polisi karena ada kebohongan publik.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating