VIVAnews - Belakangan wajah-wajah lucu para anak selebriti main sering menjadi konsumsi publik. Julia Roberts mengkritik hal itu. Bintang 'Pretty Woman' itu memperjuangkan nasib anak-anak selebriti yang kerap jadi bulan-bulanan paparazi.
Karena alasan itu, Julia memaksa para anggota parlemen AS melarang paparazi membidik anak-anak selebriti jadi target foto. Saking jengkelnya, aktris itu menyebut pekerjaan paparazi sebagai praktik 'haus darah'.
Hal itu dilakukan Julia demi ketiga anaknya. Si kembar Hazel dan Phinnaeus, yang keduanya berusia empat tahun. Dan Henry, putranya yang baru berumur 20 bulan. Julia marah besar. Para wartawan dinilainya terlalu tajam mengkritik dan membanding-bandingkan bocah-bocah terkenal itu.
"Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran para pemburu foto anak-anak 'haus darah' gila itu. Jujur saja, seharusnya memfoto anak-anak selebriti adalah tindakan melanggar hukum," kata Julia berang.
Tak cukup di situ. Setelah foto diambil, para wartawan lalu menulis, komentar macam-macam, seperti, 'Bayi selebriti siapa yang terlucu?' Kekesalan Julia makin memuncak.
Suatu malam, saat mengakses internet di komputernya, Julia terkejut menemukan foto anaknya sedang bermain di taman. Padahal ia belum pernah melihat foto itu sebelumnya.
"Yang membuat saya naik pitam adalah komentar seperti, 'Anak yang itu lucu, anak yang lain jelek'. Apa yang ada di pikiran Anda mengkritik seorang anak? Aku sudah muak!" ungkap bintang “Erin Brockovich” geram.