VIVAnews - Saat konser digelar, coba perhatikan, di sekitar area acara ada saja calo merajuk penonton membeli tiket dari tangan mereka. Beda dengan konser Jamiroquai yang akan digelar 8 April 2009.
Konser yang dihelat Java Festival Production di Sentul City Convention Center (SCCC) itu akan bebas dari calo. Bukan hanya karena lokasinya yang tak biasa dan jauh dari pusat Jakarta, tapi juga karena diberlakukannya sistem -ticketing.
"Database penonton kita pegang, jadi nggak pakai calo segala macem. Orang yang boleh masuk yang sudah ada dalam database," kata bos JFP, Peter F. Gontha di SCCC, Selasa 31 Maret 2009. Peter pasang target 7 ribu orang akan menyaksikan penampilan musisi asal Inggris itu pekan depan.
Menurut Peter, pihaknya sudah mencoba mendatangkan Jay Kay cs sejak 10 tahun yang lalu. Namun baru kali ini akhirnya ia bersedia mampir. Sebelum Jakarta, Jamiroquai gelar konser di Sepang, Malaysia.
Walaupun sebenarnya kata bos 'The Apprentice Indonesia' itu, menarik 'Manhattan Transfer' lebih susah ketimbang Jamiroquai. "Mereka lebih takut datang ke Indonesia, karena semuanya orang Yahudi," Peter berujar. Beruntung Jamiroquai sedikit lebih mudah dilobi.
Soal pemilihan tempat di luar Jakarta, menurut Peter tak akan jadi masalah. Terlihat dari animo penonton yang tinggi. Bahkan ia bilang ada cukup banyak penonton Singapura yang sudah memesan tiket.
Kualitas jadi salah satu pertimbangan, baik dari pihak promotor, maupun artisnya. "Sistem kedap suara di sini canggih. Saat konser, detail suara penyanyinya sangat baik," tuturnya.
Saran dari Peter, posisi terbaik goyang bersama Jamiroquai ada di bagian atas SCCC. Katanya malah lebih oke dari kelas VIP sekalipun.