VIVAnews - Rencana Bagyo (Tora Sudiro) meminang Ani (Revalina S.Temat), sang pujaan hati terancam batal. Ia kehilangan pekerjaan lantaran dituduh bikin kacau acara rakernas Partai Sosial Kerakyatan (PSK).
Tak hanya itu, uang hasil menjual motor pun lenyap di tangan sekawanan preman. Bagyo tak terima. Lelaki berperawakan tinggi itu lantas mengejar mereka. Kebetulan, para penjahat itu sedang merampok Atika (Wiwid Gunawan), seorang artis yang tak jua tenar namanya.
Aksi heroik Bagyo dimulai. Ia menghajar preman-preman tersebut. Meski berakhir babak belur di rumah sakit, tindakan Bagyo disanjung bak pahlawan. Nama Bagyo jadi headline di sejumlah media. Pemberitaan tersebut tak luput dari mata Wibowo (Tarzan), ketua partai politik papan atas. Melalui sang asisten, Dani (Dwi Sasono), Bagyo dirayu menjadi caleg partainya. Bagyo dianggap sebagai figur heroik yang dibutuhkan guna merebut suara rakyat di daerah pemilihan Jawa Tengah.
Bagyo terlena. Pemuda asal Yogyakarta yang buta politik itu mengiyakan permintaan Wibowo. Ditemani Jereng (Vincent Rompies), berangkatlah ia ke Wadasrejo, daerah terpencil dan serba kekurangan di wilayah Bantul.
Sayang, tak satupun warga Wadasrejo yang mengenali sosoknya. Ia kewalahan. Bersama Jereng, Bagyo putar otak.
Di tengah keputusasaan, ia sadar popularitas bukan segalanya. Sisi nurani Bagyo mengambil alih. Betapa kata-kata muluk saat kampanye menjadi tidak penting ketimbang arti sebuah ketulusan. Film komedi ini berusaha memotret rakyat negeri ini. Menjelang Pemilu 'Wakil Rakyat' bisa menjadi obat mujarab penghilang stress. Bukan hanya karena hadirnya artis-artis di atas, tapi banyolan khas Yati Pesek, Marwoto, Tessi dan Mat solar yang berhasil mendandani politik menjadi suatu hal menyenangkan.
Meskipun demikian, sindiran-sindiran politik wajib hukumnya dalam film produksi Starvision ini. Aksi jegal-menjegal teman satu partai tak lupa disuguhkan. Lihat saja usaha Abimanyu (Gading Marten) mendepak Bagyo.
Film bernuansa politik kocak ini tayang di bioskop sejak 2 April lalu. Kehidupan politik memang suatu hal yang kadang menggelitik untuk digali. Karena itulah Monty Tiwa, sang sutradara mencoba mengemas politik menjadi suatu yang tidak membosankan untuk ditonton.
"Wakil Rakyat akan mengajak kita untuk merenung sekaligus menertawakan realita kehidupan politik bangsa ini," katanya.