VIVAnews - Raja Dangdut, Roma Irama tak mau maju jadi calon legislatif dalam pemilu 2009. Mengapa?
"Saya merasa tidak pas jadi caleg karena saya ingin berjuang tanpa ada dibatasi dengan waktu," kata Rhoma ketika ditemui di Studio Palem, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 7 April 2009. Rhoma mengaku lebih memilih untuk berkerja dan berjuang secara bebas, tak terikat waktu.
Terkait maraknya fenomena golongan putih atau golput dalam pemilu tahun ini, pelantun lagu Begadang itu merasa itu fenomena yang wajar. "Golput tidak bisa disalahkan, wajar saja kalau ada golput. Itu disebabkan karena adanya rasa trauma dan ketidakpercayaan pada calon pemimpin yang ada," kata dia. Menurut Rhoma, rakyat sudah jenuh dengan janji-janji politik.
Suami dari Rica Rahim itu juga menuturkan untuk saat ini dia belum menemukan sifat pemimpin yang ideal. "Saya belum menemukan seorang pemimpin yang memiliki sifat seperti Rasulullah. Menurut saya seorang pemimpin itu harus pintar membawa bangsa ini yang arah lebih baik lagi," ujar dia.
Meski tak jadi caleg, Rhoma bukan berarti absen dalam kampanye pemilu 2009. Dia beberapa kali ikut memeriahkan kampanye, salah satunya kampanye terbuka yang digelar Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Genjrengan gitar Rhoma yang membawakan lagu berjudul 'Adu Domba' mengakhiri kampanye akbar di Blok S, Rabu 18 Maret lalu.