VIVAnews - Caleg harus menggunakan nama lahir, bukan nama panggung, atau nama mereka yang populer di kalangan masyarakat. Wulan Guritno merupakan salah satu korban peraturan baru ini.
Saat ditemui di MPX Grande, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis 23 Oktober 2008, Caleg PAN ini menyampaikan protesnya. "Keberatan sih. Aku kepinginnya nama Wulan Guritno aja, karena itu lebih memudahkan kita," aku Wulan.
Namun apa boleh buat, ibu dari Shaloom ini harus ikut keputusan KPU. Wulan mengaku sebagai warga negara yang baik. Lagipula, lanjutnya, nama bukanlah masalah besar. Tidak merugikan banyak orang, hanya Wulan dan partainya saja.
Peraturan ini membuat tunangan Adilla Dimitri ini harus ekstra kerja keras. Wulan berusaha melihat konteks permasalahan dari segi positifnya. "Bagusnya berarti saya harus lebih dekat ke daerah pemilihan saya," jelas perempuan kelahiran London 28 tahun silam ini.
Sosialisasi nama aslinya -Sri Wulandari- pun dilakukan Wulan ke daerah pemilihannya. Selama 4 hari, ia keliling daerah pemilihan Jateng III yang meliputi beberapa daerah, termasuk Rembang.
Ada pengalaman unik yang membuatnya terharu saat berkunjung ke salah satu daerah. "Ternyata di sana sudah ada Wulan Guritno Center. Kata pengurusnya, sudah ada 300 suara untuk aku," cerita mantan pacar pembalap Ananda Mikola ini.
Kendati harus menggalakkan sosialisasi nama asli, Wulan pantang mundur. Ia malah optimis menghadapi aksinya di kancah politik. Kata Wulan, kerja keras pasti ada hasilnya.