Ancaman di Balik Skinny Jeans

Seperti juga high heels yang berisiko untuk kesehatan, skinny jeans juga ada efek buruknya

Sabtu, 23 Mei 2009, 12:27 WIB
Irma Kurniati
Skinny jeans (poce.files.wordpress.com)

VIVAnews - Beberapa tahun terakhir ini skinny jeans yang ketat di kaki atau sering juga disebut celana pensil memang mewabah di industri fashion.

Tak cuma di kalangan gadis-gadis remaja, wanita dewasa pun bergaya dengan tren skinny jeans. Mulai artis Hollywood, hingga gaya jalanan yang simpel, semua berhias skinny jeans.

Celana pensil ini memang membuat penampilan pemakainya terlihat makin seksi dan kaki tampak lebih jenjang.

Tapi sama seperti sepatu hak tinggi atau high heels yang juga memberi efek buruk untuk kesehatan, skinny jeans juga tak sepenuhnya aman dikenakan. Menurut studi kesehatan, skinny jeans menyimpan beberapa risiko buruk untuk kesehatan.

Celana yang terlalu ketat membuat bagian vital wanita mengalami kesulitan ‘bernapas’ dan timbullah banyak masalah. Jika sirkulasi udara ke kulit terganggu, bisa terjadi kelembaban yang berlebihan sehingga timbul jamur. Hal itu bisa memicu keputihan dan penyakit kelamin lainnya.

Masalah lainnya adalah gangguan saraf yang disebut meralgia paresthetica. Dalam shine yahoo.com disebutkan, gangguan ini diawali dengan gejala mati rasa dan kesemutan di bagian selangkangan dan organ vital.

Meskipun tidak permanen, kondisi ini cukup mengganggu sirkulasi darah di bagian kaki dan selangkangan.

“Yang perlu Anda lakukan adalah menyingkirkan pemicunya yaitu celana ketat, dan aliran darah serta saraf pun kembali normal, kata ahli saraf Dr. William Madosky.

Jadi, masihkah Anda terobsesi mengenakan skinny jeans setiap saat supaya terlihat seksi? Sebaiknya mulai sekarang kurangi pemakaian skinny jeans untuk sehari-hari. Sesekali gantilah skinny jeans dengan jeans berpotongan lain yang lebih nyaman untuk kulit dan peredaran darah.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial