Ketika Cinta Bertasbih

Azzam jatuh hati begitu mendengar semua prestasi dan kepribadian Anna.

Rabu, 10 Juni 2009, 16:22 WIB
Finalia Kodrati, Beno Junianto
Film Ketika Cinta Bertasbih  

VIVAnews - Cinta adalah kekuatan yang mengubah duri jadi mawar, sedih jadi riang, amarah jadi ramah. Ketika Cinta Bertasbih adalah film tentang cinta. Bukan sekedar percintaan antara sepasang kekasih, tetapi kecintaan anak manusia terhadap Sang Khalik. 

Mesir, jadi latar cerita cinta Azzam dalam usaha menemukan jodohnya. Azzam (Kholidi Asadil Alam), mahasiswa Universitas  Al-Azhar, Kairo, yang ulet,pekerja keras, serta berbakti kepada keluarga. Sambil menjalankan studinya, Azzam harus banting tulang, dan menguras keringat dengan berjualan tempe dan bakso yang dipasarkan di lingkungan KBRI di Mesir. Semua dilakukan agar bisa melanjutkan hidupnya di Kairo dan  menghidupi ibu serta adik-adik perempuannya di Indonesia karena sebagai anak tertua, Azzam harus bertanggungjawab terhadap keluarganya lantaran sang ayah telah meninggal dunia.

Lantaran terlalu fokus terhadap wirausaha yang ia tekuni, kuliahnya terhambat selama beberapa tahun. Seringnya dia bergaul di KBRI membuat Azzam mengenal Eliana (Alice Norin), putri semata wayang Duta Besar Indonesia di Mesir.  Eliana adalah perempuan modern yang menyelesaikan kuliah di Perancis, kemudian melanjutkan studi S-2 nya di Kairo.

Perempuan yang penampilan dan berpikir modern itu sarat segudang prestasi. Karakternya kuat dan bernyali besar menyuarakan isi kepalanya. Azzam pun sempat dibuat kaget dengan sikap blak-blakan dari Eliana. Tetapi, Azzam tersadar Eliana bukanlah perempuan yang pantas mendampinginya. Sampai berita tentang seorang bidadari datang menghampirinya. Perempuan cantik itu bernama, Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi), putri Kiai Pesantren Daarul Quran yang sangat disegani.

Azzam jatuh hati begitu mendengar semua prestasi dan kepribadian Anna lewat seorang rekannya di Kairo. Berangkatlah Azzam menemui Ustad Mujab (Habiburrahman El Shirazy). Kepada Ustad Mujab, Azzam menyampaikan maksudnya mengkhitbah (meminang) Anna.

Sayang, Anna ternyata telah dikhitbah terlebih dahulu oleh Furqan, sahabat Azzam sendiri. Selain itu, dikarenakan oleh status sosialnya, Azzam ditolak untuk mengkhitbah perempuan secemerlang Anna.

Furqon dikenal karena dengan ketampanannya. Ia pemuda yang pintar, dan selalu berpikiran rasional. Bukan hanya mahasiswi Indonesia saja, mahasiswi Mesir, dan negara lain juga tertarik padanya.  Furqan yang orangtuanya sangat kaya di Indonesia itu sedang merampungkan tesisnya.

Kehidupan Furqan sangat berbeda juah dengan Azzam yang harus kerja keras demi mencapai cita-citanya dan menghidupi ibu dan adik-adiknya. Furqan jauh diatasnya, hidup bergelimangan sehingga membuatnya lupa dan terlalu berlebihan dalam menggunakan pemberian Allah, sehingga menjadi batu sandungan buat hidupnya kelak. Ia dijebak seorang perempuan sindikat pemeras, yang menjadi awal sejarah terbentuknya virus mematikan, HIV AIDS.  Virus mematikan itu membuatnya tak mampu merasakan bahagia ketika lamarannya diterima Anna.

Ada juga kisah cinta dua insan Fadhil (Lucky Perdana) dan Tiara (Tika Putri) yang terpisahkan oleh ego dan emosi sesaat, yang menjerumuskan mereka kedalam siksa penyesalan dunia.

Ketika Cinta Bertasbih (KCB) adalah film Indonesia pertama yang berhasil syuting di Mesir. Film yang diangkat dari novel bestseller, Ketika Cinta Bertasbih ini juga menandakan kembalinya sutradara besar di tanah air,  Chaerul Umam. Sejumlah tempat bersejarah di Mesir, seperti Al Azhar University, kampus tertua di dunia, Benteng Qaitbay di Alexandria, Taman El Montaza, berlatar istana Raja Farouq, serta sejumlah mesjid tertua di belahan bumi Afrika, menjadi latar indah yang memesona.

Di tengah gempuran film-film horor dan komedi seks, Ketika Cinta Bertasbih menghadirkan kesejukan di jagad perfilman Indonesia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
muliadi
18/10/2009
Allhamdulillah film inj bisa jd alternatif sekaligus dakwah. film ini juga banyak menginspirasi para kaum mudah dalam memaknai cinta
Balas   • Laporkan
Ahmad rudiatade
28/08/2009
Meskpn w hnya bca bkunya,pi mnrt w crtanya bagus, pa lgi so2 seoran azam? Mana ada so2k pria spti aza di zaman skr ni
Balas   • Laporkan
eli n nta
23/06/2009
subhanallah..... ada y cowo kya azzam di dunia ini . semoga aja itu juga tercermin dalam kehidupan pribadi kholid, , , , amiiiien........... semoga film ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua....... moga aja Q dapat menemukan orang seperti a
Balas   • Laporkan
Hidayat
22/06/2009
Pesan dalam film ini bagus sekali dan sampai kepada penonton, namun sayang masih banyak kekurangan tata musiknya sangat mengecewakan dan akting para pemainnya terkesan di buat2 terutama utk Furqon n husna tidak membawa penonton ke dalam emosi film, but 1
Balas   • Laporkan
nika
20/06/2009
koq membosankan si filmnya? ga sebanding ma promosinya temanya sih oke,tapi penggambarannya ga jelas,bikin ngantuk
Balas   • Laporkan
Sri
17/06/2009
Saya lumayan suka cerita KCB tapi... mengapa hrs bersambung??? Apakah sambungan'y akan cepat ditayangkan?? Ini membuat saya kecewa
Balas   • Laporkan
alfatih
16/06/2009
Memang novel dan film tak bisa disamakan... Yang terpenting, sejauh mana film ini berhasil menggugah penonton untuk menjadi lebih baik........
Balas   • Laporkan
eka aprina
15/06/2009
kalo d banding ma film yg berbau syirik,bid-ah,kurafat,free sex,mending film ni mas tyo....mo improve kurang,editing n crita maksa...no problemo......hidup film2 yg bermoral n bermartabat!!!!!
Balas   • Laporkan
Arini
13/06/2009
KCB katanya sebagai sbuah film yang mahal. Sebagai film yg mahal sangat banyak diharapkan oleh para penanti hadirnya film ini dengan kualitas yg sangat baik.penantian akan film ini tentunya tidak terlepas dari kesuksesan novelnya.dan menurut saya penantia
Balas   • Laporkan
afdolludin
13/06/2009
sukses buat mas khalidi yg menurut aq orangnya keren abis!!!meskipun aq blm sempat nonton filmnya krn di tempatq msh blm sempat diputar.sukses jg buat Oki diperfilman indonesia,menurut aq Oki BEATIFUL REAL BEATIFUL MUSLIMAH,GOOD LUCK TO NEXT.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ