VIVAnews - Di setiap gang-gang jalanan, bus, kereta bawah tanah, telepon, email, pesan singkat, hingga twitter, mengirim penghormatan terakhir untuk sang legenda pop, yang menghembuskan nafas terakhir, di LA.
Begitu kematian Jacko tersebar luas, perhatian dunia tersita pada sang maestro. Sekitar tengah malam, di Leicester Square, London, Luis Carlos Ameida dan teman-temannya mengerubungi sebuah mobil untuk mendengar alunan musik mendiang Jacko.
Ameida batal menonton konser Jacko, 'This Is It', yang rencananya digelar, 13 Juli besok, di London. "Waktu kecil aku memiliki kostum putih Michael, dan aku mengenakannya di hari ulang tahunku. Aku dulu sering menirukan gaya 'moonwalk'. Ibuku sering menasehatiku untuk menjadi seperti Michael Jackson. Ketika aku mendengar kabar, tangis menetes dari mataku teringat lagu-lagunya."
Di kota Glastobury, Inggris, dimana festival musik terbesar di dunia digelar Jumat pagi tadi, berita kepergian pelantun 'Billy Jean' itu mencengangkan semua orang. Semua peserta festival tersentak kaget. Lagu-lagu Jacko kemudian dimainkan di belakang panggung sebagai penghormatan.
Di kota Adelaide Australia, Christos Winter dari MJ Fan Club mengorganisir ucapan-ucapan duka yang terus mengalir. "Tidak masalah jika Anda berumur 60, 40, atau 20 seperti saya. Musik Michael Jackson berbicara untuk semua umur. Lagu-lagunya menyemangati dan menceriakan," kata Winter kepada CNN.
Bahkan keturunan mesir seperti Rany Freeman pun besar dari lagu-lagu Jacko. "Aku ingat ketika tumbuh di Timur Tengah, mendapatkan pengaruh musik Michael, dan terus menunggu album-albumnya. Freeman, sekarang yang tinggal di Kanada tidak mempermasalahkan perilaku aneh Jacko, atau peristiwa-peristiwa kontroversi yang hadir dalam hidupnya. "Ayo kita kenang dirinya sebagai seorang 'Penghibur Besar'.
Di halaman Facebook yang didedikasikan untuk Michael Jackson, para penggemar di seluruh penjuru dunia meninggalkan ratusan pesan dalam berbagai bahasa, mulai dari Prancis, Spanyol, Jepang, dan Yahudi.
"Shanghai akan merindukanmu! Tidak hanya Shanghai! Tapi seluruh orang di dunia. Kami mencintaimu Michael," tulis seorang fans bernama Vrishti Bhowmik.
Di toko-toko musik Beijing, Cina, lagu-lagu Jacko diputar. Albumnya ditaruh di rak khusus. Meski Jacko tidak pernah tampil di daratan Cina, lagu-lagu hits Jacko juga sering diperdengarkan, sejak tahun '80-an.