VIVAnews – Bertahun-tahun superstar ini bisa dibilang rentan terserang penyakit. Jika merunut sejarah penyakit Jacko, kemungkinan bisa disimpulkan apa penyebab gagal jantung yang berujung pada kematiannya. Berikut riwayat penyakit pelantun ‘Beat It’ ini selama bertahun-tahun!
Costochondritis (radang tulang rawan)
Pada 1990, Jackson dirawat di rumah sakit karena nyeri dada yang dialaminya setelah sakit beberapa hari. Dokter mendiagnosis bahwa rasa sakit itu disebabkan oleh memar atau trauma di dadanya akibat latihan menari yang berlebihan. Ia mengalami costochondritis, atau peradangan tulang rawan di bagian depan tulang iganya.
Apa itu Costochondritis? Gangguan yang terjadi akibat peradangan pada tulang rawan. Adakalanya sendi-sendi dan tulang rawan di mana tulang-tulang rusuk melekat pada sternum (tulang dada), sehingga bisa menjadi meradang. Nyeri cenderung menyakitkan di bagian dada saat penderita bernapas dalam. Salah satu pengobatannya adalah mengonsumsi obat pereda nyeri.
Vitiligo (kelainan pigmentasi)
Pada 1993, Jakson menjelaskan kulitnya yang mulai memutih dengan menyingkap bahwa dia mengalami vitiligo (kelainan pigmentasi yang membuat kulit memutih dan tidak bisa diobati). Pada sebuah pernyataannya, dokter kulit di Beverly Hills, Arnold Klein mengatakan Jackson sudah didiagnosis kelainan ini sejak 1986.
Menurut situs web American Vitiligo Research Foundation Inc, merupakan akibat hilangnya melanosit, yaitu sel kulit yang memproduksi melanin atau pigmen yang memberi warna pada kulit. Pada penderita vitiligo, melanosit mengalami kerusakan. Akibatnya kulit berbelang-belang putih. Umumnya di muka, siku dan lutut, tangan dan kaki serta alat kelamin.
Umumnya vitiligo terjadi pada usia 10-30 tahun. Hanya sedikit yang dimulai sejak lahir. Jarang pula dimulai pada usia lanjut. Lebih dari 30 persen penderita menunjukkan adanya faktor keturunan. Trauma fisik, paparan sinar matahari yang sangat terik, sakit berat maupun stres emosional bisa menjadi pemicu maupun memperberat vitiligo. Sebagian vitiligo berkaitan dengan gangguan tiroid, diabetes melitus serta anemia pernisiosa.
Kelainan paru-paru
Pada 2008, harian besar London mengutip penulis biografi, Ian Halperin, yang menyatakan bahwa Jackson memiliki kelainan paru-paru. Pada Desember 2008, Michael sempat dirawat rumah sakit. Tubuh Michael menderita kelainan paru-paru genetis, karena tidak bisa memproduksi protein Alpha-1 antitrypsin.
Kekurangan protein otomatis mempengaruhi kondisi paru-paru. Akibatnya Michael mengalami emphysema (sesak napas). Emphysema adalah penyakit paru yang berjangka panjang dan progresif dan terjadi ketika dinding-dinding alveoli rusak atau hancur bersama dengan pembuluh-pembuluh darah kapiler yang mengalir didalamnya.
Ketika lebih banyak bagian paru-paru yang rusak dan organ ini tidak dapat memelihara konsentrasi-konsentrasi oksigen dalam aliran darah, tubuh mengkompensasinya dengan secara berangsur-angsur meningkatkan kecepatan bernapas. Jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorong darah ke dalam pembuluh-pembuluh darah yang menyempit ini, sehinggan menyebabkan tekanan darah dalam arteri-arteri paru meningkat (pulmonary hypertension).
Kelainan ini dapat menyebabkan penurunan berat badan yang drastis, kelelahan yang berlebihan, dan jantung berdebar-debar jika terlalu lama berdiri, menurut National Institutes of Health. Dari waktu ke waktu, kebutuhan kerja ekstra menyebabkan otot jantung membesar (hypertrophy) dan dapat menyebabkan gagal jantung. Apakah ini yang menyebabkan kematian Jacko?