VIVAnews - Ditemani seorang terapis, ketiga anak Jacko diijinkan melihat jasad terakhir sang ayah yang terkapar di tempat tidur rumah sakit.
Jacko yang diumumkan meninggal dunia, 25 Juni 2009 karena serangan jantung, harus meninggalkan ketiga anaknya, Prince Michael Jr, 12, Paris Michael Katherine, 11, dan si bungsu Prince Michael II, 7 tahun.
Awalnya Jermaine tidak mengijinkan tiga keponakannya ini untuk melihat jasad Michael Jackson, karena khawatir mereka akan mengalami trauma dan luka batin yang sangat dalam. Tapi Jermaine berubah pikiran, ia akan merasa sangat bersalah jika anak-anak Jacko sampai tidak melihat ayahnya untuk terakhir kali.
"Saya tahu ini sungguh berat untuk mereka. Tapi mereka harus melihat ayahnya untuk yang terakhir kali, ini yang terbaik. Awalnya saya memang melarang, tapi saya akan merasa bersalah jika tidak mengijinkannya," ujar Jermaine yang dilansir oleh FemaleFirts.
Jermaine akhirnya menemani ketiga anak Jacko untuk masuk ke kamar jenazah, sambil dikawal seorang terapis yang mengawasi mereka, agar bisa mengucapkan selamat tinggal pada sang ayah.
Jermaine, 54, mengaku sangat kasihan dan khawatir akan keadaan psikis ketiga anak Jacko, terutama si bungsu, Prince Michael II. Tapi ia diyakinkan oleh sang terapis, yang akan membantu ketiga keponakannya tersebut untuk melewati masa-masa 'emosional' yang sulit ini, baik secara lahir maupun batin.
Untuk sementara hak asuh anak-anak Jacko jatuh ke tangan sang nenek, Katherine. Tapi perihal hak asuh dan nasib mereka, masih akan dibahas lebih lanjut dalam persidangan yang akan digelar 6 Juli 2009 mendatang.