Ledakan di JW Marriott & Ritz Carlton

Mallarangeng: Ekonomi Kita Mundur ke Belakang

Rupiah juga terguncang, kata Andi Mallarangeng, Juru Bicara Presiden.

Sabtu, 18 Juli 2009, 01:10 WIB
Arfi Bambani Amri, Yudho Rahardjo
Presiden Yudhoyono dan Juru Bicara Andi Mallarangeng (Antara/ Ali Anwar)

VIVAnews - Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Mallarangeng, berbelasungkawa atas korban ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Andi sedih karena aksi terorisme ini membuat ekonomi mundur.

"Ekonomi kita mundur ke belakang, rupiah juga terguncang," kata Andi ditemui di tempat kejadian, Jumat 17 Juli 2009 malam. "Mudah-mudahan semua bisa segera pulih," kata Andi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi mengakui, nilai tukar Rupiah pada pembukaan pagi sempat dibuka menguat pada kisaran Rp 10.050- Rp 10.100. Namun, dengan adanya informasi ledakan, pasar sempat bereaksi sehingga rupiah sempat melemah menjadi Rp 10.250. Namun akhirnya rupiah ditutup pada Rp 10.160.

Bank Indonesia (BI) akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah paska peledakan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menyatakan, hasil pantauan pergerakan rupiah sejak mencuatnya peristiwa bom tadi pagi menunjukan reaksi pasar masih sangat terbatas. Bahkan, volatilitas dan gejolak nilai tukar tetap bisa dijaga dan bersifat wajar.

Hartadi mengatakan, langkah BI untuk turun ke pasar telah membuat dampak pelemahan nilai tukar rupiah tidak berlanjut. Respon positif tersebut terlihat dari penguatan nilai tukar menjadi Rp 10.150-10.180 per US Dollar.

"Upaya kami terlihat dalam menenagkan pasar dan dapat meminimalkan pasar dan diharapkan fenomena ini temporer," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak ke level 10.160/US$ dari transaksi pagi tadi yang sempat diberada di posisi 10.200 per dolar AS.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.180 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.090-10.095/US$.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yongky_man
18/07/2009
iklan filem ini menyebalkan,,, rada santun dikit kalo naro iklan nya, mala membuat saya jadi sebal utk menonton film tersebut.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial