Ledakan di JW Marriott & Ritz Carlton

Budi Anduk Sedih Campur Heran

Budi Anduk berpikir, pengebomnya merakit bomnya di dalam kamar.

Sabtu, 18 Juli 2009, 05:15 WIB
Arfi Bambani Amri, Gestina Rachmawati
Budi Anduk (wikimmedia)

VIVAnews – Budi Anduk mengaku kaget mendengar peristiwa bom yang terjadi di kawasan Mega Kuningan. Ledakan hebat itu melanda Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jumat pagi 17 Juli 2009.

“Perasaan kemarin sudah aman ya?” tutur Budi heran. Menurut Budi, hal ini dapat memperburuk citra Indonesia. Sebab, citra Indonesia yang sudah dibangun bisa jatuh lagi. “Membuat percaya mata dunia itu yang repot,” ujarnya lagi. Ia pun berharap agar pelaku bom bisa mendapat hukuman yang setimpal.

Presenter 'Untung Ada Budi' ini ikut kesal dan heran. Bagaimana mungkin sang pelaku bisa lolos dari petugas keamanan. Padahal kedua hotel tersebut dikenal dengan pengamanan yang sangat ketat.

“Pelakunya bikin bom di dalam hotel kali ya? Merakitnya di dalam,” tutur Budi saat ditemui VIVAnews di studio Antv Cawang, Jumat 17 Juli 2009. Budi turut sedih, akibat bom tersebut, semuanya jadi berantakan.

Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat pagi. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang di antaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Moh.Asep Supriadi
18/07/2009
Budi Anduk tahunya petasan,padahal hampir sama bom dan petasan sama2 bisa meledak.dan menimbulkan bunyi hampir mirip lagi.kalau Budi anduk kena bom bisa di operasi muka biaya negara.hasilnya fipty2 bisa cakepan dikit atau malah.... hehehe guyon mas jangan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ