VIVAnews – Semasa hidup Mbah Surip, sang seniman simbol kebebasan, mengamanatkan agar kelak setelah meninggal dimakamkan di salah satu liang lahat milik keluarga penyair WS Rendra.
Amanat seniman yang sohor lewat penampilan dan lagu ‘Tak Gendong’ itu disampaikan kepada keluarganya belum lama ini.
Tapi, kata Tarzan, pelawak kondang yang juga teman akrab Mbah Surip, sampai sekarang ini belum tahu apakah keluarga penyair WS Rendra setuju.
“Kami belum tahu dari pihak keluarga WS Rendra,” kata Tarzan di rumah pelawak Mamiek Prakoso, Kampung Makassar, Jakarta Timur.
Tarzan menambahkan seandainya nanti Mbah Surip tidak jadi dimakamkan di tanah keluarga WS Rendra, bisa jadi dikubur di tempat pemakaman kampung artis.
“Kalau pemakaman kampung artis itu sudah siap. Bahkan sudah ada petugasnya,” kata dia.
Tapi, pemakaman di kampung artis inipun masih harus menunggu persetujuan keluarga Mbah Surip.
Di rumah Mamiek inilah Mbah Surip terakhir kali tertawa bersama rekan-rekannya. Dia meninggal dunia pukul 10.30 WIB dalam perjalanan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Mbah Surip dikabarkan meninggal karena sakit jantung.
Mbah Surip adalah orang yang selalu berkesan di mata teman-temannya. Gaya hidup dan karyanya juga dikenal luas masyarakat Indonesia.
“Dia bukan orang biasa. Tapi sangat luar biasa, tidak ada lagi gantinya, Kalau presiden punya wakil, Tapi Mbah Surip tidak ada wakil,” kata Tarzan.