WS Rendra Meninggal

Jejak Si Burung Merak

Sampai akhir hayatnya WS Rendra tidak pernah berhenti berkarya.

Jum'at, 7 Agustus 2009, 01:23 WIB
Eko Priliawito, Umi Kalsum
WS Rendra (wordpress)

VIVAnews - Terlahir dengan nama Willibrordus Surendra Broto Rendra atau WS Rendra. Julukannya Si Burung Merak. Dia adalah sastrawan, budayawan, juga dramawan yang piawai di atas panggung.

Pukul 22.05 WIB, Kamis 6 Agustus 2009, setelah dua bulan terbaring sakit, Si Burung Merak menyerah pada ajalnya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok.

Pria kelahiran Solo, 7 November 1935, terlahir sebagai Katolik dari pasangan R Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo, seorang guru dan Raden Ayu Catharina Ismadillah, penari serimpi di keraton Surakarta.

Bakatnya di bidang sastra sudah terlihat sejak beliau duduk di bangku SMP lewat kemampuannya menulis puisi, cerita pendek dan drama dalam berbagai kegiatan sekolahnya.

Situs Wikipedia mencatat, Kaki Palsu adalah drama pertamanya yang dipentaskan ketika ia masih duduk di SMP dan Orang-orang di Tikungan Jalan adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan.

WS Rendra tidak berhenti berkarya, ia bagaikan mesin. Karya-karya sastranya tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Bahkan sejumlah karyanya sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.

Rendra juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Tahun 1967, Rendra kemudian mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Ia kemudian juga membangun Bengkel Teater Rendra di Depok, yang masih eksis hingga saat ini.

Sampai akhir hayatnya, WS Rendra tidak pernah berhenti berkarya.
Rendra menghembuskan nafas terakhir sebagai muslim. Agama yang dipeluknya saat menikahi istri keduanya Sitoresmi pada tahun 1970 lalu. Ia mengganti namanya menjadi Wahyu Salaiman.

Selamat jalan Rendra...



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
emwady
07/08/2009
Benar dia terlahir dari agama Katholik tetapi hidup sampai wafatnya seorang muslim yang taat kepada Allah SAW. Inna lillahi wa inna illahi rajiun
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial