VIVAnews - Semenjak merilis album keduanya pada Mei lalu, Gita Gutawa makin terlihat matang di dunia tarik suara. Gaya 'centil'-nya saat membawakan lagu memang masih terlihat di beberapa lagu pada album bertajuk 'Harmoni Cinta' ini. Tapi, di beberapa lagu lainnya, sosok Gita berubah menjadi lebih melankolis.
"Pada album ini bisa dibilang menampilkan dua sisi kepribadianku. Sisi pertama bisa aku bilang sebagai sisi klasik, di mana musiknya memakai orchestra dan echomedium sebagai musik yang megah, 'mellow', dan slow. Tapi, di sisi lain aku merasa sebagai remaja yang lebih ke pop seperti lagu 'Parasit' yang lebih fun. Jadi, porsinya sama 50%-50%," katanya saat ditemui VIVAnews di studio Erwin Gutawa awal Agustus lalu.
Apa bedanya dengan album pertama? "Jauh sekali bedanya dengan album pertama. Yang jelas di album kedua ini aku lebih banyak terlibat. Dan, papa sudah ngebebasin aku membuat konsep album. Papa tetap sebagai produser, tapi ide kebanyakan datang dari aku. Misalnya, lagunya mau seperti apa, liriknya, bikin demo, sampai proses rekamannya."
Sedangkan untuk inspirasi musik, penyanyi belia ini mengaku,"Kalau untuk musik klasik asing, referensinya Sarah Brightman dan Sara Bareilles,"ujar putri musisi Erwin Gutawa ini dengan mantap.