VIVAnews -- Bercelana merah, dan bertelanjang dada dia duduk bersimpuh di atas panggung di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. Lalu lantang menyatakan tak gentar dengan terorist di Indonesia. "F... terorism," teriakan Tyson Ritter, vokalis The All American Rejetcs, disambut gemuruh penonton.
Tyson kembali memekik. "Merdeka. Hari ini, Indonesia merayakan kemerdekaannya." Lalu dia kembali berjingkrak dengan tembang-tembang lawasnya. Di penghujung acara, Tyson membawakan lagu "Gives You Hell" dari album yang dirilisnya pada 2008 yang berjudul When The World Comes Down.
Dia sampai sampai memanjat tiang panggung sambil terus bernyanyi. Para penonton memekik histeris sambil juga ikut berdendang. "Bagus banget, aku suka dengan mereka," kata Aria Baja, Music Director Radio OZ FM, yang malam itu ikut nonton.
Band yang berasal dari Amerika ini memang manggung tepat pada Selasa malam 17 Agustus 2009. Malam itu mereka menghibur Jakarta mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.30 WIB. Kunjung band yang terkenal dengan hitsnya "Dirty Little Secret" itu adalah rangkaian tournya yang bertajuk I"I Wanna Rock".
All American Rejects dibentuk di Stillwater, Oklahoma. Selain Tyson yang adalah vokalis dan bassis, di band ini ada Nick Wheeler, Mike Kennerty, dan Chris Gaylor. Nick sebagai gitaris, pemrogaman, elektrik gitar dan backing vocal, adapun Mike juga memetik gitars dan taco bell, sedangkan Chris adalah drummernya.
Band ini teleh menelurkan empat album, yaitu Same Girl, New Songs (2001), Album The All-American Rejects (2002), pada 2005 merilis Move Along, dan pada 2008 merilis When The World Comes Down.
Band ini baru pertama ini berkunjung ke Indonesia. Mereka sangat bergembira, karena manggung bertepatan dengan hari kemerdekaan RI pada 64. Bahkan, aksi teroris sebulan lalu tak membuat mereka mundur. Bahkan mereka memilih menginap di Hotel Ritz Carlton, hotel yang menjadi sasaran pengeboman pada 17 Juli 2009.
Padahal promotor Nada Promotama, sudah menyodori sejumlah hotel untuk mereka pilih. "Mereka minta menginap di bombing side Jakarta," kata Emil Mahyudin, CEO Nada Promotama kepada wartawan. Setibanya di Jakarta, mereka betul-betul tidur di situ.
Di Ritz Carlton pula mereka menyelenggarakan konferensi pers pada 16 Agustus 2009. Di sini mereka melaknat teroris, dan mengecam aksi-aksinya. Dia berjanji akan mencaci maki teroris di atas panggung.
Dan mereka memang membuktikannya.