VIVAnews - Kesibukan sebagai Wakil Bupati Tangerang membuat Rano Karno meninggalkan dunia perfilman. Padahal, ia sangat rindu memproduksi dan bermain peran dalam sebuah film.
"Ketika sedang sibuk kerja, saya kangen ingin bikin film lagi," kata Rano di sela-sela open house Lebaran di kediamannya, Perumahan Bumi Karang Indah, Lebah Bulus, Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2009.
Rasa rindu itu kemudian ia luapkan dengan membuat skrip film. Sudah dua skrip yang tengah ia kembangkan. Satu soal perjalanan sejarah sosial budaya Kabupaten Tangerang. Kedua, soal kehidupan masyakarat suku Badui Dalam.
Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan dua skrip itu bisa diproduksi. Ia sangat ingin terlibat, tak hanya dalam proses produksi, tapi juga sebagai aktor. "Saya ingin bikin yang lebih baik dari 'Si Doel', tapi itu nggak gampang," ujarnya.
Mengenai film perjalanan sejarah Tangerang, Rano ingin mengangkat soal peran masyarakat China Benteng dalam perkembangan Tangerang.
Sedangkan mengenai film Suku Badui Dalam, ia akan menyoroti kehidupan mereka dengan lingkungan hutan yang tereksploitasi. Selama tiga hari ia melakukan pengamatan khusus di sana karena kebetulan Rano juga menjabat sebagai penasehat lingkungan di Kabupaten Tangerang. "Saya juga tertarik melihat orang Badui ke Jakarta berjalan mengikuti rel," ujarnya.