VIVAnews - Bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa atau lebih dikenal dengan nama Miyabi direncanakan akan membintangi film Indonesia berjudul 'Menculik Miyabi'. Miyabi akan datang ke Indonesia akhir tahun ini.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tujuan kedatangan Miyabi ke Indonesia harus ditelusuri. "Kalau dia [Miyabi] mau datang ke Indonesia, dilihat dulu tujuannya apa. Kalau mau main film porno ya kita tolak dengan tegas karena merusak kepribadian bangsa ini," kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009 malam.
Sesuai aturan dalam UU Pornografi dan Pornoaksi, tak boleh ada syuting film porno di Indonesia. "Kalau dia [Miyabi] melakukan syuting terhadap atau dengan orang-orang Indonesia, kalau filmnya blue film itu pasti sangat melanggar dong." tegas dia.
"Saya tekankan, kalau main porno jangan disini, apalagi sampai melibatkan orang atau artis Indonesia. Kalau ternyata film itu sangat melanggar, nantinya harus diusir," tambah Amidhan.
Kalaupun 'Menculik Miyabi' diaku bukan film porno, itu harus dipastikan. "Kalau misalnya film itu ada unsur budayanya, harus dilhat dulu skenario dan skripnya, apa benar tidak ada pornografinya," tambah dia.
Namun, Amidhan mengaku khawatir, sebab publik terlanjur mengenal Miyabi sebagai bintang porno. "Karena bintangnya saja sudah porno, jadi tidak ada manfaatnya," tegas Amidhan.
Miyabi akan mendukung film "Menculik Miyabi' produksi Maxima Picture. Sekrenario film 'Menculik Miyabi' ditulis oleh Raditya Dika yang sukses melalui film 'Kambing Jantan'. Di film ini, Raditya juga ikut menjadi pemeran utamanya.
Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan bintang porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.