Finalis Asal Jawa Timur Peduli Lepra

Para finalis Putri Indonesia menjadi duta penyakit lepra.

Rabu, 7 Oktober 2009, 15:32 WIB
Irina Damayanti, Windratie
finalis putri indonesia  

VIVAnews - Penyakit lepra selama ini menjadi momok masyarakat. Padahal Indonesia menduduki posisi ke tiga penderita lepra tertinggi di dunia, setelah India dan Brazil.

Ada pekerjaan rumah untuk mensosialisasikan penyakit yang kebanyakan diderita masyarakat ekonomi kelas bawah tersebut.

Tiga puluh delapan finalis Puteri Indonesia 2009 pagi tadi membagi-bagikan jarum penguji (Hope Needle) lepra di Bunderan Hotel Indonesia.

"Finalis Puteri Indonesia ini menjadi duta lepra. Mereka akan menjadi spoke person di daerah masing-masing," kata Mega Angkasa, Manajer Humas Yayasan Puteri Indonesia, ditemui di Bunderan Indonesia, Rabu, 7 September 2009.

Menurut Dr. AB Susanto, Presiden Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia dan Dunia Tanpa Kusta (GEMPITA), Jawa Timur merupakan propinsi terbesar pertama di Indonesia dengan penderita lepra. Berikutnya menyusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Sepuluh persen penderita lepra di Indonesia adalah anak-anak. Cara mengujinya mudah hanya dengan menusukkan jarum ke kulit. Jika terasa kebas, segera periksa ke dokter," jelas Susanto.

Finalis Puteri Indonesia asal Jawa Timur, Nadia Zahara, awalnya merasa khawatir dengan para penderita Lepra. "Saya sempet ngeri dan takut karena lepra dianggap penyakit menular," ujarnya. Tapi, setelah mendapat pengarahan, Nadia menjadi paham jika lepra bisa disembuhkan seperti halnya penyakit lain.

Tidak perlu ada ketakutan baginya untuk terjun langsung ke lingkungan para penderita lepra. "Aku malah jadi penasaran karena di daerahku ternyata yang tertinggi (jumlah penderita lepra)," lanjut Nadia. Dengan hadirnya para puteri cantik mensosialisasikan lepra, diharap stigma terhadap penderita lepra mulai positif.

"Kalau orang cantik dan pintar yang menginformasikan bahwa lepra nggak berbahaya, masyarakat akan lebih mendengarkan," kata Mega angkasa.





• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ