Putri Indonesia 2009

Ijin Tak Pakai Jilbab, Putri Asal NAD Menang

Qori tak mau penampilan tanpa jilbabnya jadi kontroversi. "Aslinya, saya tidak berjilbab."

Sabtu, 10 Oktober 2009, 10:52 WIB
Elin Yunita Kristanti, Windratie
Putri Indonesia 2009 asal Aceh, Qory Sandioriva, dinobatkan (Antara/ Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Putri asal Nangroe Aceh Darussalam dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2009. Qori Sandrioriva (18) mengalahkan dua pesaingnya, Zukhriatul Hafizah dari Sumatera Barat dan Isti Ayu Pratiwi, asal Maluku Utara.

Untuk kali pertamanya, putri asal Negeri Serambi Mekah mewarisi mahkota kecantikan Puteri Indonesia.

Jumat malam, 9 September 2009, Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah jadi saksi saat paling membahagiakan bagi mahasiswa Bahasa Perancis, Universitas Indonesia itu.

Saat Isti Ayu Pratiwi dinobatkan sebagai runner up II, sekaligus bergelar Putri Pariwisata, Qori dan Fiza, semakin dekat menuju kemenangan. Dua perempuan cantik dari pulau Sumatera itu berpelukan. Senyum tersungging di bibir dua calon puteri itu, tapi tak bisa menutupi perasaan cemas mereka. 

Akhirnya terjawab, Qori Sandrioriva, puteri Nangroe Aceh Darusalam, sebagai Putri Indonesia 2009, saat Zakhriatul dinobatkan sebagai runner up I, yang juga bergelar Putri Lingkungan Hidup.

Tidak mudah bagi Qori membawa nama provinsinya, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kampung halamannya tersebut memegang teguh syariah Islam. Berbeda dengan para pendahulunya di ajang Putri Indonesia, yang mengenakan jilbab, Qori tidak mengenakan penutup kepala itu.

Untuk mengikuti ajang Putri Indonesia ini, Qori bahkan harus meminta izin pemerintahan NAD, dan meminta izin gubernur NAD lewat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP).

"Bukan berarti saya membuka jilbab. Ini adalah keinginan saya sendiri. Aslinya, saya memang tidak memakai jilbab," kata Qori, saat jumpa pers, usai dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2009, di Teater Tanah Airku, TMII, Jumat malam, 9 Oktober 2009. Gadis kelahiran 17 Agustus 1991 itu menegaskan, "Saya tidak ingin ada kontorversi."

Ibunda Qori, Hj. Fariyawati memastikan, masalah jilbab adalah panggilan dari hati, dan puteri keduanya itu belum siap untuk mengenakan kerudung. "Dalam sejarah Aceh, Cut Nyak Dien saja tidak memakai jilbab. Jilbab adalah budaya untuk masyarakat Aceh," tegas sang Bunda membela putrinya.

Miss Universe adalah langkah besar Qori berikutnya. Seperti yang sudah-sudah, apa Qori siap menghadapi kontroversi pakaian renang di ajang kecantikan perempuan sejagad tersebut? Fariyawati merestui sang puteri di ajang internasional itu. Ia menegaskan, puterinya tetap akan membawa budaya Timur. "Saya sarankan pada Qori untuk tetap memakai pakaian renang one piece," tandasnya.

Sebelum mengikuti Puteri Indonesia, selain sebagai mahasiswi, Qori pernah membintangi beberapa judul sinetron, dan FTV. "Qori pernah kontrak dengan multivision membintangi sinetron. Dia juga pernah ikut audisi Ketika Cinta Bertasbih bersama Alice Norin," ungkap sang bunda.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ACE
10/10/2011
sudahlah...., didalam islam tidak mengenal yang namanya kontes ratu-ratuan atau putri-putri gituan, ALLAH SWT, menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna. jadi jangan berlaga menilai manusia. kontes ini hanya mengantarkan bangsa ini kepada kehinaan.
Balas   • Laporkan
dara
10/09/2010
kalo ga menegrti Aceh sebaiknya jagan mewakili Aceh mbak Qoryy...KTP aja ga punya di Aceh , ga malu ngaku org Aceh....kl mu ngaku jd org Aceh harus punya prilaku wanita Aceh pada umumnya bukan wanita metropolitan....n wanita muslimah ga percaya dukun2 kam
Balas   • Laporkan
Bunda
07/09/2010
berjilbab itu bagi orang2 Islam yg sudah mukmin/beriman. Buat Qory..kehidupan dunia ini hanya sebentar....ingat pertanggungjawaban akhirat kelak.
Balas   • Laporkan
june
15/10/2009
Jilbab dan pemilihan putri itu "tidak ada hubungannya". Siapapun dan dari manapun asal daerahnya, seseorang yang berani mendaftar ikutan pemilihan putri-putrian ya pastilah sudah ada konsekuensinya menanggalkan segala syariat Islam, namanya juga mau diton
Balas   • Laporkan
Anton Setyo Pramono
12/10/2009
Ibunya juga ikut kebllinger. Gelar aja yang disandang ke mana-mana, tapi pikiran dan izzahnya sebagai seorang muslim dijual. Untuk Hajjah Fariyawati, "JILBAB BUKAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH, ITU ADALAH WUJUD KETAATAN KEPADA PERINTAH ALLAH MENUTUP AURAT. TER
Balas   • Laporkan
Hendro Pratomo
12/10/2009
Dear Qori, Selamat yah.... Saranku, ndhak usah dipusingin masalah jilbab or enggak, kalem ajah qori.... buat rekan2 lainnya : kita lihat dari cara pandang yang lain donk,,, agak modern dikit kek... katanya mau go international, tapi kok nanggung2..
Balas   • Laporkan
Atmo
12/10/2009
Harus dicek dulu pe Pemda NAD apa bener dia sdh dpt ijin utk pake nama NAD? Jika tdk, dia harus dibatalkan jd winner. Gak setuju jika Indonesia ikut kontes Miss Universe, krn itu berarti Indonesia harus ikut menunjukkan bhw negeri ini punya budaya yg sam
Balas   • Laporkan
Foo Kai Ma
12/10/2009
Anak nggak jauh2 dari ibunya. Keteladanan adalah modal utama, jd kalo anak bilang rambut harus dipertontonkan itu karena jilbab cuma budaya cf. ibunya.
Balas   • Laporkan
Iqbal Mas'ud Syafi'i
11/10/2009
buat apa menang di ajang Puteri Indonesia kalau harus menanggalkan syariat Islam yaitu memakai jilbab yang merupakan kewajiban mutlak dari Allah. lebih baik kalah tapi tetap teguh memang syariat Islam. hati-hati dgn Ghazwul Fikri yaitu yang mengatakan ba
Balas   • Laporkan
dicky
11/10/2009
Mang kiamat dah dekat, tolong sampaikan sama gubernur aceh tolong tutup kantor dinas syariat islam
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ