VIVAnews -- Setelah dinobatkan sebagai Putri Indonesia, dalam Pemilihan Putri Indonesia Jumat, 9 Oktober 2009 lalu, Qori Sandrioriva (18 tahun) terus menuai kritik dari sejumlah kalangan di Aceh.
Putri asal Nangroe Aceh Darussalam ini menang untuk kali pertamanya, dan mengalahkan dua pesaingnya, Zukhriatul Hafizah dari Sumatera Barat dan Isti Ayu Pratiwi, asal Maluku Utara.
Namun, dibalik sukses Qori Sandrioriva membawa harum nama Negeri Serambi Mekah itu, justru masyarakat mempertanyakan apakah benar Qori lahir sebagai putri Aceh. Izin membawa nama Aceh di ajang putri Indonesia juga dipertanyakan.
"Dia lahir di Jakarta, hanya ibunya saja orang Aceh Tengah, secara silsilah dia bukan orang Aceh, dengan penampilan seperti itu dia tidak pantas mewakili Aceh," kata Rahmah, salah seorang mahasiswa di Banda Aceh, Selasa 13 Oktober 2009.
Menurut Rahmah, jika Qori ingin membawa nama daerah serambi mekah ini, sudah seharusnya dia bisa menghormati budaya perempuan Aceh, bukan jutsru merusaknya.
"Perempuan Aceh tidak identik dengan jilbab, tapi Aceh identik dengan Islam, sudah seharusnya dia bersikap dan berpenampilan layaknya perempuan Aceh yang Islami," ujarnya.
Sementara Fahruddin, warga Ulee kareng Banda Aceh, mendukung kemenangan Qori sebagai putri Indonesia 2009. Menurutnya itu sebuah prestasi bagi Aceh. Hanya saja, dia berharap Qori dapat menjaga nama daerah yang sedang menerapkan syariat Islam ini.
Kepala biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh, Hamid Zain, mengaku tidak mengetahui apakah benar keluarga Qori Sandrioriva telah mendapatkan izin dari pemerintah Aceh untuk mewakili Aceh di ajang pemilihan putri Indonesia tersebut.
"Kami masih mengeceknya apakah itu benar atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya sekarang, saya akan cari tahu dulu," katanya.
Hamid Zain mengatakan, Qori Sandrioriva memang tidak tercatat dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Aceh. Dia juga mempertanyakan lembaga mana yang memberikan izin kepada Qori untuk maju sebagai putri Indonesia mewakili Aceh.
"Izin itu secara lisan atau tulisan, lembaga mana yang telah memberikan izin, kita harus cek dulu kebenarannya," tuturnya. Laporan: Muhammad Riza | Banda Aceh
dari dulu rata2 putri indonesia jual bodi...maksiat itu dalam Islam dah jelas...sumber hukum juga alquran dan hadist..jadi qori..anda cuma Islam KTP...saya yakin maksud hati qory cs mengolok2 Islam ..biar Allah saja yang membalas olok2 penuh konspirasi in
jgn mempermalukan citra aceh di mata dunia,,, yg mana aceh di kenal leluhur islam nya yg tinggi,,,, jd apbila tidak memakai jlbab lalu memakai pakaian yg tak pantas,,, maka memperburuk citra aceh di mata dunia,, wassalam,,
aduhhhh... plis deh! katanya ga identik dengan jilbab? kok maksain orang pake jilbab? jangan gitu dunx.. hargailah hak2 setiap manusia,,, ingat ya ga selalu mesti lahir di aceh baru disebut asli aceh,, buktinya aku lahir di jambi tapi orang tua ku asli ja
gw sbgi aceh asli bagga sm Qory, slma lo bisa jaga adat dan budaya daerah yg lo wakili dan tdk merugikan org lain maju terus...pro dan kontra pasti ada.klo urusan jelbab yg penting hati dan tingkah laku yg berjelbab, jelbab bukan kedok untuk tingkah laku
Islam tdk indentik dng Arab..Islam untuk seluruh umat manusia yang merasa terpanggil dan Pioneer yang dipilih turunnya Islam adalah orng Arab, bkn berrti setiap Islam harus sama dgn org Arab. Islam merupakan Agama dan Budaya. karena dalam islam di atur se